JAKARTA(pekanbarupos.co)-Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus mengintensifkan langkah “jemput bola” ke Pemerintah Pusat guna memastikan percepatan pembangunan infrastruktur strategis di daerah.
Salah satunya diwujudkan melalui audiensi langsung Bupati Pelalawan, H Zukri Misran SM, MM, dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir Diana Kusumastuti, M.T, yang berlangsung di Gedung Utama Lantai 3 Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta Selatan.
Plt Kepala Bappeda Arizon Nur, SP, Kabid Infrastruktur Wilayah Bappeda T. M. Syukran, S.Sos, ME, Ahad (18/1/2026) mengatakan Audiensi bersama di Jakarta itu berlangsung Jumat (16/1/2026).
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya menyiasati semakin kompleksnya kebutuhan pembangunan daerah di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Zukri didampingi oleh jajaran perangkat daerah terkait, di antaranya Asisten II Setda Pelalawan Drs H Fakhrizal, M.Si, Kepala Dinas PUPR Irham Nisbar, ST, MT, M.Si, Plt Kepala Dinas Pertanian Ir. Budi Surlani MM.
Dalam paparannya, Bupati Pelalawan menyampaikan sejumlah usulan prioritas pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi, keselamatan masyarakat, serta mitigasi risiko banjir dan abrasi.
Beberapa usulan strategis yang disampaikan meliputi peningkatan dan pembangunan koridor jalan utama, antara lain pelebaran dua jalur Jalan Maharaja Indera beserta penanganan drainase Jalan Lintas Timur dalam Kota Pangkalan Kerinci, peningkatan koridor Pangkalan Kerinci Langgam–batas Kuantan Singingi, akses Sorek–Betung, serta penguatan jaringan jalan menuju kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo.
Selain itu, di tengah tantangan keterbatasan fiskal daerah dan meningkatnya kebutuhan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga mengusulkan peningkatan Jalan Lingkar Pulau Mendol sebagai kawasan sentra pangan Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan, peningkatan Jalan Lintas Bono sebagai akses utama wisata selancar Bono sekaligus penghubung antar kecamatan dan desa, hingga penanganan ruas vital Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera KM 74–83 yang melintasi ibu kota kabupaten.
Tak hanya sektor jalan, Pemkab Pelalawan turut mengajukan dukungan pengaman tebing sungai dan laut sebagai upaya pengendalian banjir dan abrasi yang mengancam permukiman serta lahan pertanian masyarakat, seperti pengaman tebing Sungai Pangkalan Kerinci, Sungai Terusan, dan kawasan pesisir Pulau Mendol.
Bupati Pelalawan menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan kunci untuk membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan mobilitas dan perekonomian masyarakat, serta memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana alam.
Ia juga menyoroti keterbatasan kewenangan pemerintah kabupaten dalam penanganan jalan nasional yang melintasi wilayah Pelalawan, sehingga dukungan Pemerintah Pusat menjadi sangat krusial.
Menanggapi hal tersebut, Wamen PU RI Ir Diana Kusumastuti menyambut baik seluruh usulan yang disampaikan dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti sesuai dengan kewenangan serta perencanaan pembangunan nasional.
Dalam arahannya, Wamen PU meminta agar usulan rencana “tukar guling” Jalan Lingkar dan Jalan Lintas Timur dalam Kota Pangkalan Kerinci (Jalan Maharaja Indra, red) dikoordinasikan kembali secara teknis.
Wamen PU juga meminta Pemkab Pelalawan menyampaikan usulan pengaman tebing dan irigasi kawasan sentra pangan melalui aplikasi SIPURI Kementerian PUPR, serta memastikan seluruh usulan Inpres Jalan Daerah dilengkapi dengan readiness criteria dengan melibatkan balai teknis di Provinsi Riau.
Pemerintah Pusat turut mengapresiasi inisiatif daerah dalam mendorong dukungan CSR untuk peningkatan jalan.
Kabar baiknya, penanganan peninggian Jalan Lintas Timur KM 74–83 telah masuk dalam program kementerian dan tinggal menunggu tahap pelaksanaan.
Sementara itu, untuk pengaman tebing Pulau Mendol, Pemerintah Pusat akan memberikan dukungan APBN sepanjang 700 meter yang direncanakan mulai tahun 2026
Audiensi ini menegaskan bahwa bagi Pelalawan, pembangunan jalan bukan semata bentang aspal dan beton. Ia adalah jalur penghubung antara sawah dan pasar, antara desa dan kota, antara ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi dengan Pemerintah Pusat menjadi langkah nyata agar pembangunan tidak hanya terbangun, tetapi juga berkelanjutan dan berpihak pada masa depan Pelalawan.(amr)
Pekanbaru Pos Riau