BENGKALIS (pekanbarupos.co) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis kembali mengukuhkan komitmen dalam pembinaan kepribadian warga binaan (WBP) melalui program pembinaan kerohanian.
Pada hari Jumat (23/01/2026), seorang WBP bernama Atong secara resmi memeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Al-Ihsan yang berada dalam kompleks Lapas tersebut.
Kegiatan yang menjadi bagian dari pembinaan keagamaan rutin di Lapas Bengkalis ini dipandu langsung oleh Ustaz Muhammad Farduka. Prosesi sakral tersebut diikuti oleh 36 orang WBP yang tercatat sebagai santri program pembinaan kerohanian, serta disaksikan secara langsung oleh sejumlah petugas pemasyarakatan.
Untuk memastikan jalannya kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan khidmat, pengawasan dilakukan oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), bersama dengan staf Bimkemaswat dan petugas jaga Lapas Kelas IIA Bengkalis.
Kasubsi Bimkemaswat, Raja Ade Kurniawan, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata upaya pembinaan spiritual bagi para WBP. “Pengucapan dua kalimat syahadat bukan sekadar acara formal, melainkan titik awal perjalanan spiritual untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap keimanan yang baru diterima dapat menjadi dasar perubahan positif selama masa pidana dan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Atong sebagai WBP yang baru resmi menjadi mualaf mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Saya merasakan kedamaian dan sangat bersyukur mendapatkan hidayah di tempat ini. Semoga saya dapat istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam dan menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ucapnya dengan penuh harapan.
Melalui program pembinaan keagamaan yang humanis dan bermakna ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis terus berupaya membentuk WBP yang tidak hanya menjalani masa pidana dengan baik, tetapi juga siap kembali menjadi bagian masyarakat yang beriman, bertanggung jawab, dan bermanfaat.(Mil)
Pekanbaru Pos Riau