SIAK (pekanbarupos.co) – Objek wisata bersejarah Tangsi Belanda yang berada di kawasan Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, ambruk pada Sabtu (31/1/2026).
Padahal, bangunan peninggalan kolonial Belanda tersebut diketahui pernah direhabilitasi pada tahun 2018–2019.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek rehabilitasi Tangsi Belanda saat itu dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Siak. Namun, ambruknya lantai dua bangunan memunculkan dugaan kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan maupun pengawasan teknis.
Seorang penjaga Tangsi Belanda yang ditemui media mengungkapkan bahwa bangunan tersebut memang sudah pernah direnovasi oleh Dinas PU.
Ia bahkan menyoroti kualitas pekerjaan yang diduga asal-asalan.
“Kalau dilihat dari bagian yang ambruk, ini kesalahan rekanan kontraktor. Balok kayunya tidak dipaku ke dinding, cuma ditempel saja ke lubang dinding,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Syafrizal, membenarkan peristiwa ambruknya objek wisata tersebut.
Ia mengatakan, sejumlah anak sekolah mengalami luka-luka akibat kejadian itu dan telah dilarikan ke RSUD Siak untuk mendapatkan perawatan medis.
“Ada beberapa anak sekolah yang terluka dan sudah kita bawa ke RSUD Siak untuk dilakukan perawatan,” katanya.
Insiden ini menuai reaksi keras dari publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk mengusut penyebab ambruknya lantai dua Tangsi Belanda serta menelusuri pihak yang bertanggung jawab dalam proyek rehabilitasi sebelumnya.
Menanggapi musibah tersebut, Bupati Siak menunjukkan kepeduliannya dengan langsung mendatangi RSUD Siak guna menjenguk para siswa yang menjadi korban ambruknya bangunan bersejarah itu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PU Kabupaten Siak terkait standar pekerjaan rehabilitasi maupun pengawasan proyek yang dilakukan pada 2018–2019.(Fen)
Pekanbaru Pos Riau