Sabtu , 11 April 2026
Oplus_131072

Bupati Zukri: Togak Tonggol Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Simbol Perdamaian

 

LANGGAM (pekanbarupos.co)–Bupati Pelalawan H. Zukri Misran bersama Wakil Bupati H Husni Tamrin menghadiri Festival Adat Togak Tonggol dan tradisi Mandi Balimau Kasai yang dipusatkan di Balai Anjungan Ranah Tanjung Bunga, Kecamatan Langgam, Senin (16/2/2026).

Kehadiran kepala daerah ini bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga makna dan marwah adat Melayu menjelang Bulan Suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Bupati Zukri menekankan bahwa Togak Tonggol adalah warisan budaya yang harus dibanggakan dan dijaga bersama. Tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), bukti bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diakui sebagai bagian penting dari identitas daerah.
“Ini bukan hanya perayaan budaya. Ini adalah jati diri kita,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa tradisi Togak Tonggol telah mengharumkan nama Kabupaten Pelalawan di tingkat nasional dengan meraih Juara I Kategori Atraksi Budaya Terbaik pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2025. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan semata-mata prestasi, tetapi tanggung jawab untuk terus melestarikan budaya secara konsisten dan bermakna.

Lebih jauh, Bupati Zukri menyoroti filosofi terdalam dari pelaksanaan Togak Tonggol menjelang Ramadan. Ia menyampaikan bahwa tradisi ini adalah simbol penyelesaian persoalan dan sengketa sebelum memasuki bulan suci.
“Jika ada tonggol yang tidak naik, itu pertanda ada persoalan yang harus diselesaikan. Inilah makna sesungguhnya dari tradisi kita, yakni menyatukan, mendamaikan, dan mempererat persaudaraan,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tetapi juga kebersihan hati. Karena itu, nilai utama Togak Tonggol adalah menghadirkan ruang musyawarah, menyatukan kembali yang renggang, dan menutup lembaran perselisihan sebelum memasuki bulan ibadah.

Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada para datuk dan tokoh adat yang terus menjaga kelestarian budaya ini. Ia menilai, kekuatan suatu daerah terletak pada kemampuannya merawat tradisi tanpa kehilangan arah pembangunan.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di Kecamatan Langgam dan Kelurahan Langgam. Menurutnya, budaya dan pembangunan harus berjalan beriringan.

Festival berlangsung meriah dengan berbagai penampilan budaya Melayu, disaksikan Anggota DPD RI Sewitri, Ketua TP PKK Pelalawan Sella Pitaloka, S.IP., M.Si., Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., Sekda Tengku Zulfan, anggota DPRD, para kepala OPD, perwakilan perusahaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kecamatan Langgam.

Di hadapan masyarakat, pesan Bupati jelas, Togak Tonggol bukan hanya tiang yang ditegakkan, tetapi komitmen untuk menegakkan persaudaraan dan kedamaian sebelum Ramadan tiba.(amr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *