
KUANSING (pekanbarupos.co) – Rumah makan milik Lisdawati (55) warga Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi dilalap si jago merah, Selasa (7/4/2026) dini hari.
Akibat musibah kebakaran itu, rumah sekaligus rumah makan tersebut ludes dilalap si jago merah. Akibatnya korban mengalami kerugian yang ditaksir hingga ratusan juta.
Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kuantan Singingi, Rio Kasyter Wandra mengatakan peristiwa kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat sekitar pada pukul 03.10 WIB.
“Mendapat laporan, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan menempuh jarak sekitar 85 kilometer,” katanya.
Masih kata Rio, petugas tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 04.50 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. Dalam operasi tersebut, satu unit mobil pemadam kebakaran (MPK 06) diterjunkan dengan kekuatan lima personel.
“Api berhasil dipadamkan sekira pukul 06.10 WIB,” katanya.
Masih kata Rio, rumah yang terbakar merupakan Rumah Makan Liza Ocu milik Lisdawati (55), warga setempat. Akibat kejadian ini, kerugian materi ditaksir mencapai kurang lebih Rp300 juta.
“Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Selain petugas damkar, katanya, upaya pemadaman juga dibantu oleh unsur TNI dan masyarakat Desa Tanjung Pauh. Saat ini situasi di lokasi kejadian dalam kondisi aman, tertib, dan terkendali.
Sementara Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana melalui Kapolsek Singingi Hilir IPTU Alferdo Krisnata Kaban membenarkan adanya peristiwa kebakaran rumah makan milik Lisdawati di Desa Tanjung Pauh Singingi Hilir.
“Korban Lisdawati (55), yang saat kejadian sedang beristirahat bersama keluarganya,” katanya.
Masih kata Kapolsek, diduga api pertama kali muncul dari bagian belakang rumah dan dengan cepat membesar hingga melahap seluruh bangunan.
“Kebakaran diketahui saat korban terbangun akibat kepulan asap yang telah memenuhi kamar,” katanya.
Setelah itu kata Kapolsek, korban langsung membangunkan anggota keluarganya dan segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
“Saat berada di luar, korban bersama saksi melihat api sudah membesar dari kamar bagian belakang,” ujar Kapolsek.
Karena kejadian berlangsung pada dini hari, hanya sedikit warga yang mengetahui peristiwa tersebut. Upaya pemadaman secara manual yang dilakukan masyarakat tidak mampu mengendalikan api yang terus membesar.
“Dalam waktu kurang lebih 30 menit, bangunan rumah dan rumah makan tersebut ludes terbakar,” katanya.
Satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Kuansing tiba di lokasi sekitar pukul 05.00 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.45 WIB.
“Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materil masih dalam proses pendataan,” katanya.
Adapun aset yang terbakar meliputi satu unit rumah permanen, satu unit rumah makan permanen, dua unit sepeda motor masing-masing Yamaha NMax dan Honda Scoopy, serta sejumlah dokumen penting seperti surat tanah, BPKB, STNK, dan identitas diri korban.
Ia mengatakan telah melakukan berbagai langkah penanganan, di antaranya mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan pemasangan garis polisi, mengumpulkan keterangan saksi.
“Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam hari saat aktivitas istirahat.(cil)
Pekanbaru Pos Riau