Kamis , 16 April 2026
Oplus_131072

Saat RSUD Arifin Achmad Nyaris Penuh, Harapan Pasien Justru Meningkat

PEKANBARU (pekanbarupos.co)– Di tengah padatnya ruang perawatan dan tingginya angka pasien, RSUD Arifin Achmad justru semakin menjadi tempat bergantung bagi masyarakat Riau yang mencari harapan untuk sembuh.

Lorong-lorong rumah sakit kini semakin sibuk. Tempat tidur hampir tak tersisa.

Sesuai data Kamis (16/4/2026) mencatat tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) mencapai 91,54 persen. Dari 497 tempat tidur, sebanyak 455 telah terisi.

Angka ini bukan sekadar statistik. Bahkan keterisian BOR saat ini, merupakan BOR tertinggi sejak tahun 2008 lalu yang di baliknya, ada ratusan pasien yang berjuang melawan sakit, ada keluarga yang menanti kabar baik, dan ada tenaga kesehatan yang bekerja tanpa lelah.

Direktur Utama RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih, menyebut lonjakan ini sebagai cerminan meningkatnya kepercayaan masyarakat.

“Ini menandakan masyarakat semakin percaya dengan pelayanan kami. Tapi di sisi lain, kami juga menghadapi tantangan, terutama keterbatasan tenaga perawat,” ujarnya.

Di beberapa ruang perawatan, kondisi bahkan melampaui kapasitas. Kelas 1 menampung 105 pasien dari kapasitas 70 tempat tidur. Kelas 3 diisi 217 pasien dari kapasitas 209 tempat tidur.

Sementara itu, ruang intensif seperti NICU dan SCN sudah terisi penuh.

Manajemen rumah sakit sempat menambah 20 tempat tidur dari ruang kosong. Namun, dalam waktu singkat, semuanya langsung terisi.

“Langsung penuh,” kata Yusi singkat.

Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), suasana tak kalah sibuk. Sebanyak 29 pasien tercatat menjalani penanganan, sebagian harus segera dirawat inap, sementara lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan.

Di balik angka-angka tersebut, tenaga medis menjadi garda terdepan yang terus bertahan di tengah tekanan.

Beban kerja meningkat tajam, terutama bagi perawat yang harus menangani pasien dalam jumlah besar dengan kondisi yang beragam.

Namun hingga kini, pelayanan tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Setiap hari, ada pasien yang pulang dengan senyum lega. Ada pula yang masih harus bertahan lebih lama. Bahkan, ada yang harus mengakhiri perjuangannya.

Semua itu menjadi bagian dari denyut kehidupan di RSUD Arifin Achmad rumah sakit yang kini bukan hanya tempat berobat, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi banyak orang.

Di tengah keterbatasan dan kepadatan, satu hal yang tetap terjaga adalah semangat untuk menyembuhkan.(dre)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *