PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) -Hujan adalah rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun di Pangkalan Kerinci, rahmat itu kerap datang bersama kecemasan.
Setiap rintik yang turun, seolah menjadi isyarat bagi warga untuk bersiap menghadapi genangan yang tak terelakkan.
Di ibu kota Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, hujan tak lagi sekadar menyuburkan bumi. Ia justru melumpuhkan aktivitas.
Sejumlah ruas jalan berubah menjadi kubangan, bahkan air kerap merangsek masuk ke dalam rumah warga. Kondisi ini membuat masyarakat hidup dalam kekhawatiran setiap kali langit mulai menggelap.
Ironisnya, persoalan ini bukan terletak pada hujan. Warga menilai akar masalahnya adalah sistem drainase yang tak berfungsi optimal. Parit-parit tersumbat sampah, tertutup pasir, dan aliran air yang tak lagi lancar menjadi pemandangan yang lazim.
Situasi kian memburuk seiring pesatnya pembangunan. Lahan-lahan terbuka berkurang, sementara sistem pembuangan air tak kunjung diperbaiki.
Akibatnya, genangan air makin meluas. Bahkan, warga terpaksa memasang rambu darurat di jalan untuk menghindari pengendara terjebak lubang tersembunyi di balik air.
Andi (47) warga Jalan Pemda, Rabu (22/4/2026) mengungkapkan keresahannya. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pelalawan segera mengambil langkah konkret.
“Kalau ini terus dibiarkan, bisa jadi masalah besar. Drainase harus dibenahi total, baik primer maupun sekunder,” tegasnya.
Menurutnya, titik genangan kini tersebar di berbagai lokasi. Tak hanya di Jalan Pemda, kondisi serupa juga terjadi di Jalan Akasia hingga ruas utama Jalan Maharaja Indra.
“Kasihan pedagang, terutama yang jual pakaian. Air masuk ke toko, pembeli pun enggan datang. Ini jalan utama, tapi kondisinya seperti ini,” ujarnya prihatin.
Meski genangan biasanya tidak berlangsung lama, dampaknya tetap terasa. Aktivitas warga terganggu, roda ekonomi melambat, dan rasa aman pun berkurang.
Warga berharap, pemerintah tidak lagi menganggap persoalan ini sepele. Pembenahan menyeluruh terhadap sistem drainase dinilai menjadi solusi mendesak agar Pangkalan Kerinci tidak terus-menerus “tenggelam” setiap hujan turun.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat juga menjadi kunci. Warga diimbau tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah sumbatan saluran air.
Sebab pada akhirnya, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama agar rahmat hujan benar-benar menjadi berkah, bukan musibah.
“Kami juga berharap pak dewan, anggota DPRD Pelalawan maupun DPRD Riau asal Pelalawan ikut mencarikan solusi. Kalau di Jalan Maharaja Indra misalnya bisa langsung minta Pemprov Riau yang handel dan dalam kota oleh Pemkab Pelalawan,”pungkas Andi.(amr)
Pekanbaru Pos Riau