Rabu , 22 April 2026
Ilustrasi

Susah Tidur, Dua Bulan Dilantik, Bendahara Setkab Inhu Letakkan Jabatan

INHU (pekanbarupos.co) – Baru dua bulan dilantik jadi Bendahara pengeluaran pembantu di Bagian Umum Sekretariat Pemkab (Setkab) Indragiri Hulu (Inhu) Riau, Tutik, memilih letakkan jabatan mengakibatkan pencairan dana rutin di Sekretariat, terganggu.

Hingga saat ini alasan undur Bendahara Sekretariat awal bulan April kemaren sepertinya masih misteri.

Informasi diterima Pekanbaru Pos dari narasumber terpercaya dari lingkungan Sekretariat Setkab Inhu, Tutik memilih undur diri dari jabatan Bendahara Setkab dan menjadi ASN fungsional di Bagian Umum, dipicu eskalasi permintaan tersirat dari salah seorang istri oknum pimpinan di Setkab Inhu justru bertolak belakang dengan konsep efesiensi dan dikuatirkan terjadi pelanggaran hingga jeratan hukum.

Tutik, dikonfirmasi Rabu (22/4) lewat seluler membenarkan untuk jabatan Bendahara di Bagian Umum Setkab Inhu hanya sekitar dua bulan sejak pelantikan bulan Pebruari dan jabatan tersebut diganti kepada inisial A. “Susah tidur,” jawab Tutik, tentang alasan meletakkan jabatan Bendahara.

Kata Tutik, dirinya susah tidur disebabkan sering sakit perut hingga sakit lambung yang mengakibatkan tanggung jawab bendahara yang diemban terganggu.

“Saya dapat info atau isu tentang alasan letakkan jabatan Bendaraha disebabkan banyak permintaan dari istri salah satu pimpinan di kantor Bupati Inhu diluar RAB, sehingga Ibu merasa tak nyaman lalu memilih meletakkan jabatan,” cerca Pekanbaru Pos, lalu dijawab “Saya sakit pak, berita ini tidak benar,” tepisnya.

Sebelumnya Kabag Hukum Setdakab Inhu, Tri Joni selalu Plt Kabag Umum mengaku dianya pernah ditemui mantan Bendahara untuk konsultasi tentang rencana undur diri dari jabatan. “Pernah, tapi pada akhirnya dia langsung menghadap pimpinan,” jawab Joni.

Kalau itu, kata Tri Joni, anak buah membeberkan alasan undur diri disebabkan kesibukan ngurus anak ke sekolah ditambah jabatan suami mengemban jabatan Kabag Keuangan di OPD berbeda. “Katanya ngurus anak, dan suaminya juga menjabat sebagai Kabag Keuangan,” beber Tri Joni tentang alasan Tutik letakkan jabatan Bendahara.

Sayangnya Sekdakab Inhu selaku ketua TAPD dihubungi untuk dimintai keterangan seputar isu Bendahara Bagian Umum yang baru dilantik tapi memilih undur diri, Zulfahmi Adrian belum dapat dikonfirmasi.

Tahun 2025 kemaren, selain isu trend Demosi dilingkungan Pemkab Inhu kepemimpinan Ade Agus Hartantanto – Hendrizal, isu peletakan jabatan hingga isu undur diri sempat viral. Salah satunya Asisten II Pemkab Inhu Paino SP, nekat letakkan jabatan hingga memilih pensiun dini dari ASN.

Isu lainnya, salah seorang Kepala Dinas di OPD strategis Pemkab Inhu dikabarkan dua kali meminta undur diri dari jabatannya tapi permohonan dianulir. (San)

About junaidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *