Selasa , 12 Mei 2026
Oplus_131072

Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan Ikuti Launching Buku Pendidikan Antikorupsi dan Rakor Inflasi Nasional

 

PANGKALANKERINCI-(pekanbarupos.co) Pendidikan yang kuat bukan hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga membentuk manusia berkarakter dan berintegritas.

Semangat itulah yang mewarnai kegiatan launching buku panduan pendidikan antikorupsi dan rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang diikuti Bupati Pelalawan Zukri bersama Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang digelar secara daring dari ruang rapat Kantor Bupati Pelalawan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Pelalawan Syafrizal, SE serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Secara nasional, kegiatan dipusatkan di Kementerian Dalam Negeri dan diikuti pemerintah daerah se-Indonesia bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Agenda ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan karakter antikorupsi sejak dini sekaligus menjaga stabilitas inflasi di daerah.

Turut hadir secara virtual dalam kegiatan tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, para gubernur, bupati dan wali kota dari seluruh Indonesia.

Peluncuran buku panduan dan bahan ajar pendidikan antikorupsi mengusung tema “Pendidikan Antikorupsi sebagai Pondasi Karakter Bangsa.” Program tersebut menjadi bagian dari strategi KPK dalam mencegah praktik korupsi melalui penanaman nilai integritas di dunia pendidikan.

Bersama Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen, KPK pada tahun 2025 telah menyusun buku panduan pendidikan antikorupsi mulai jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA. Buku tersebut memuat lima elemen utama, yakni ketaatan pada aturan, konsep kepemilikan, menjaga amanah, pengelolaan dilema etis serta pembangunan budaya antikorupsi.

Selain itu, materi ajar juga dirancang untuk menanamkan sembilan nilai integritas kepada peserta didik, yakni jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil dan kerja keras agar tumbuh alami dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengapresiasi kolaborasi KPK dan Kemendikdasmen dalam penyusunan panduan pendidikan antikorupsi tersebut. Menurutnya, pendidikan antikorupsi merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam membangun karakter generasi masa depan bangsa.

“Korupsi adalah penyakit karakter dan obatnya bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga langkah preventif melalui pendidikan antikorupsi sebagai pondasi pembentukan karakter dan integritas generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh pemerintah daerah segera menyusun regulasi turunan, mengintegrasikan pendidikan antikorupsi dalam kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, serta memperkuat pengawasan implementasinya di sekolah-sekolah.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya membangun pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter dan peradaban bangsa.

Menurutnya, buku panduan pendidikan antikorupsi menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai kejujuran, integritas dan karakter mulia kepada peserta didik sejak dini.

“Kami berupaya menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang mendukung terbentuknya budaya jujur, budaya bersih dan budaya bebas dari korupsi, tidak hanya sebagai slogan tetapi menjadi bagian dari budaya dan peradaban bangsa,” ungkapnya.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menambahkan, peluncuran buku pendidikan antikorupsi merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pendidikan yang menanamkan integritas sejak dini.

Menurutnya, pendidikan antikorupsi menjadi strategi dari hulu dalam mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 yang berintegritas dan bebas dari praktik korupsi.

Bagi Pemerintah Kabupaten Pelalawan, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi komitmen nyata mendukung lahirnya generasi yang bersih, jujur dan berkarakter kuat. Sebab, masa depan daerah dan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh integritas yang tertanam sejak bangku sekolahan.(amr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *