Rabu , 13 Mei 2026

Dituding Kuasai Dapur MBG, Markarius: Jangan Rusak Program Rakyat dengan Hoaks 

PEKANBARU (Pekanbarupos.co) — Di tengah upaya memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan maksimal untuk anak-anak di Kota Pekanbaru, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, justru diterpa isu miring dan tidak baik.

Markarius dituding menguasai puluhan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tudingan yang beredar luas melalui media sosial (Medsos) yang di sajikan salah satu pihak tersebut dinilai sarat penggiringan opini tanpa didukung fakta maupun klarifikasi.

Padahal selama ini, Markarius diketahui aktif turun langsung ke lapangan memantau sekolah dan dapur MBG demi memastikan program pemerintah tersebut berjalan sesuai standar dan benar-benar memberi manfaat bagi perbaikan gizi anak-anak.

Namun aktivitas pengawasan itu justru dipelintir menjadi isu penguasaan dapur MBG.

“Tudingan itu tidak ada dasar kebenaran. Itu hoaks dan berita bohong semata,” tegas Markarius kepada Pekanbarupos.co, Rabu (13/5/2026) di Pekanbaru.

Ia menyebut, isu tersebut diduga bermula dari keberadaan namanya sebagai pembina di salah satu yayasan yang ikut menjalankan dapur MBG. Namun posisi itu sudah ada jauh sebelum program MBG berjalan dan dirinya juga tidak lagi aktif dalam kegiatan yayasan sejak menjabat wakil kepala daerah.

“Dapur yang ada di yayasan itu bukan milik saya dan dijalankan secara mandiri oleh pihak yayasan. Jadi tidak ada kaitannya dengan saya,” jelasnya.

Menurut Markarius, kehadirannya di sekolah maupun dapur MBG merupakan bagian dari tugas pengawasan agar program unggulan pemerintah tersebut berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Saya turun untuk memastikan program berjalan baik. Tapi dipelintir seolah-olah saya menguasai dapur MBG. Jangan sampai hoaks merusak program rakyat yang tujuannya membantu masyarakat,” ujarnya.

Meski diterpa isu tidak benar, Markarius mengaku tetap percaya masyarakat Pekanbaru cukup cerdas dalam memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh opini yang belum terverifikasi.

“Kita percaya masyarakat sekarang sudah bijak menilai mana informasi benar dan mana yang hanya menggiring opini. Mari sama-sama menjaga suasana kondusif dengan mengedepankan fakta dan klarifikasi,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Pekanbaru, H M Ikhsan Mag, turut mengecam penyebaran informasi bohong yang dinilai dapat merusak kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

Menurutnya, hoaks yang sengaja dimainkan demi kepentingan tertentu merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan serta di tolerir.

“Ini sudah menjadi penyakit sosial dan musuh kemajuan bangsa. Informasi yang tidak sesuai fakta lalu digiring untuk menyesatkan masyarakat sangat berbahaya,” tegas Ikhsan.

Ia berharap media sosial dapat dimanfaatkan secara sehat dan bertanggung jawab, bukan menjadi alat fitnah yang justru memecah belah masyarakat.

Ini katanya juga bisa menjadi perhatian bagi pemerintah dan bisa melakukan penertiban untuk menjadi ruang informasi yang baik pada masyarakat.

Begitu juga masyarakat maupun penggiat, diharapkan bisa mempergunakan Medsos dengan baik dan bermanfaat bagi orang banyak. Bukan membuat informasi yang bisa menjadi fitnah dan menjatuhkan antar sesama.

“Gunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat, bukan untuk menyebar fitnah dan menjatuhkan sesama,” tutupnya.(dre)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *