Kamis , 1 Oktober 2026

Tinjau Karhutla di Bengkalis, Menhut: Pentingnya Mitigasi dan Pencegahan Bencana Karhutla

BENGKALIS (pekanbarupos.co)—Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, Ph.D melakukan kunjungan kerja langsung ke Kabupaten Bengkalis, Rabu (30/9/2026).

Turut hadir Plt. Gubernur Riau, SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.AP., MM., CHRMP.

Kunjungan dilakukan di Rumah Runding Restorasi, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, dalam rangka Ekspos Capaian Restorasi Gambut dan Pencegahan Karhutla.

Terlihat Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bengkalis, unsur TNI–Polri, pemerintah daerah, penggiat restorasi gambut, Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Peduli Gambut (MPG), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur masyarakat luas.

Dalam paparan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, terungkap data yang sangat mengkhawatirkan, per 22 September 2026 luas Karhutla tercatat 946 hektare dengan 87 titik api.

Namun berdasarkan pantauan citra satelit per 28 September 2026, angka tersebut melonjak tajam mencapai 8.573,25 hektare dengan 73 titik api yang masih terdeteksi.

Menghadapi kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah mengambil langkah-langkah tegas, menetapkan status siaga darurat Karhutla, mengaktifkan Satgas Operasi Bersama yang melibatkan TNI dan Polri, meningkatkan patroli serta koordinasi lintas instansi, dan mengoptimalkan seluruh sarana-prasarana pemadaman di lapangan.

Secara jangka panjang, Pemkab Bengkalis terus mendorong perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut melalui implementasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG), program Transfer Anggaran Berbasis Ekologi (TAKE), serta penguatan upaya pembukaan lahan tanpa membakar.

Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto, menegaskan komitmen kepolisian dalam penanganan Karhutla tidak bisa berjalan sendiri.

“Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, TNI–Polri, perusahaan, hingga masyarakat. Polres Bengkalis berkomitmen mendukung setiap upaya pencegahan, penanganan, dan penegakan hukum terhadap Karhutla!” tegasnya.

Plt. Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan apresiasi atas upaya Pemkab Bengkalis, sekaligus mendorong pencegahan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pemulihan ekosistem melalui pembasahan lahan gambut, pembangunan sekat kanal, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kesadaran generasi muda.

Sementara itu, Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, Ph.D., menekankan pentingnya mitigasi dan pencegahan khususnya menjaga lahan gambut agar tidak mengalami pengeringan yang memperparah risiko kebakaran dan emisi karbon.

Ekspos juga memaparkan capaian restorasi gambut: restorasi dan pembasahan gambut, pengelolaan tata air, penguatan kelembagaan masyarakat, pusat pembelajaran gambut, hingga program Sekolah Restorasi Gambut.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tinjauan lapangan: Monumen Bitangor, sekat kanal, sistem tata air, demonstrasi pemantauan penurunan permukaan tanah, serta pengeboran gambut bukti nyata keseriusan seluruh pihak menyelamatkan ekosistem gambut Bengkalis.

Polres Bengkalis mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan jangan membakar hutan dan lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu Karhutla.(Mil)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *