
PEKANBARU (pekanbarupos.co)–Hari guru menjadi momen istimewa bagi Zulpan, seorang pendidik berdedikasi yang telah menjalani profesi mulia ini selama satu dekade.
Perjalanan panjangnya di dunia pendidikan dimulai dari SMA Negeri 1 Merbau selama enam tahun, sebelum akhirnya melanjutkan pengabdiannya di MI Al-Ikhwan selama empat tahun.
Dalam kurun waktu itu, Zulpan tak hanya mengajar tetapi juga berhasil mewujudkan impian-impian besar yang kini menjadi inspirasi banyak orang. Dari memenangkan lomba tingkat nasional hingga menjadi instruktur nasional untuk program Visitasi AKMI 2024.
Zulpan menganggap pencapaian-pencapaian ini sebagai hadiah terindah dalam perayaan Hari Guru Nasional (HGN). Kesempatan untuk berkunjung ke madrasah-madrasah di berbagai pelosok Indonesia adalah puncak dari dedikasi dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun.
Perjalanan Zulpan sebagai guru dimulai di SMA Negeri 1 Merbau. Selama enam tahun, ia tak hanya bertugas sebagai pengajar, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan siswa,mulai dari bimbingan lomba hingga pembinaan ekstrakurikuler.
“Di SMA Negeri 1 Merbau, saya belajar bagaimana menjadi guru yang tidak hanya mengajar materi,tetapi juga memberi motivasi dan inspirasi kepada siswa.Saya ingin mereka percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka banyak peluang,” ungkap Zulpan.
Pengalaman ini, lanjut Zulpan, menjadi dasar baginya untuk terus mengembangkan kemampuan dan memperluas dampak yang bisa ia berikan sebagai pendidik. Setelah enam tahun, ia memutuskan untuk melanjutkan pengabdiannya di MI Al-Ikhwan Pekanbaru. Sebuah madrasah yang memberinya tantangan baru sekaligus peluang untuk mendalami pendekatan pendidikan berbasis nilai-nilai ke-Islaman.
“Di MI Al-Ikhwan, saya belajar bahwa pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan,tetapi juga tentang membentuk karakter dan akhlak siswa.Tugas guru di sini lebih berat, tetapi juga lebih bermakna,” ujar Zulpan.
Selama empat tahun di madrasah ini, Zulpan terus meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti pelatihan, seminar dan berbagai program pengembangan guru. Komitmennya untuk belajar dan berbagi pengetahuan membawanya pada berbagai peluang besar yang mengubah perjalanan kariernya.
Kerja keras dan dedikasi Zulpan berbuah manis ketika ia berhasil memenangkan lomba tingkat nasional tahun 2022 bidang Portofolio Digital di Universitas Negeri Yoygakarta. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa dengan usaha dan semangat pantang menyerah, seorang guru dapat mencapai hal-hal luar biasa.
“Menang di lomba tingkat nasional adalah salah satu momen paling membanggakan dalam hidup saya. Ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang bagaimana saya bisa membawa nama baik institusi dan memotivasi siswa serta rekan sejawat,” katanya.
Pencapaian terbesar Zulpan adalah terpilihnya ia sebagai Tim instruktur Literasi Numerasi Tahun 2021, Tim Instruktur nasional untuk program Visitasi Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) 2023 dan kembali terpilih di tahun 2024 ini. Tugas ini memberinya kesempatan untuk berbagi ilmu dengan para guru lain dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di madrasah-madrasah seluruh Indonesia khususnya di bidang Literasi.
“Menjadi salah satu tim instruktur nasional adalah impian saya sejak lama. Melalui program ini, saya tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga belajar dari pengalaman guru-guru lain di berbagai daerah. Ini adalah kehormatan besar sekaligus tanggung jawab yang saya emban dengan sepenuh hati,” cerita Zulpan penuh semangat.
Total, ada 18 madrasah yang Zulfan kunjungi. 6 di kabupaten siak (MI AS-SHIDIQIYAH, MIN 1 SIAK, MI IMAM AHMAD, MI AL-MUHAJIRIN, MI SEMINAI CEMERLANG SRI GADING DAN MI BABUSSALAM). 5 di kabupaten Indragiri hulu ( MTS AL-IHSAN, MTS AL-ISLAM, MTS AL-IKHLAS, MTS NURUL ISLAM, MTS MIFTAHUL JANNAH)
“Kemudian, di kuantan singingi MTS BASERAH, MTS PP DARUNAJAH. Di Brebes, Jawa Tengah MI MIFTAHUL ULUM CILIBUR, MI TARBIAYUTL ATHFAL 01 PANGARASAN, MI I’ANATUL ATFAL BANJARSARI, MI HIDAYATUL MUBTADIIN SALEM, MI MIFTAHUSSALAM TERLAYA,” terang Zulpan.
Program Visitasi AKMI 2024 juga memberikan Zulpan kesempatan untuk mengunjungi madrasah-madrasah di seluruh Indonesia. Baginya, pengalaman ini adalah puncak dari semua impian yang pernah ia bayangkan sebagai seorang guru.
“Bisa berkunjung ke berbagai madrasah di Indonesia adalah pengalaman luar biasa. Saya melihat langsung bagaimana semangat siswa dan guru di berbagai daerah, meskipun dengan keterbatasan. Hal ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus berkontribusi,” ungkap Zulpan.
Bagi Zulpan, semua pencapaian ini adalah hadiah terindah di Hari Guru. Ia merasa bahwa 10 tahun perjalanannya sebagai pendidik adalah bukti bahwa mimpi-mimpi besar bisa tercapai dengan dedikasi, kerja keras, dan doa.
“Setiap pencapaian yang saya raih adalah hasil dari perjalanan panjang yang penuh tantangan. Hari Guru ini adalah momen refleksi bagi saya untuk bersyukur atas apa yang telah dicapai dan memotivasi diri untuk terus melangkah lebih jauh,” tutur Zulpan dengan penuh rasa syukur.
Zulpan berharap kisahnya dapat menginspirasi guru-guru lain di Indonesia untuk tidak takut bermimpi besar. Ia percaya bahwa profesi guru adalah panggilan mulia yang memberikan kesempatan untuk menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan siswa dan masyarakat.
“Jangan pernah menyerah untuk bermimpi. Jadilah guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Setiap usaha yang kita lakukan, sekecil apa pun, akan memberikan dampak besar bagi masa depan siswa-siswa kita,” pesannya.
Hari Guru tahun ini menjadi penanda perjalanan luar biasa Zulpan sebagai seorang pendidik. Perjalanan ini adalah bukti bahwa seorang guru tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga menciptakan perubahan di dunia yang lebih luas. Zulpan adalah inspirasi bagi banyak guru lain, menunjukkan bahwa dengan mimpi besar dan kerja keras, batasan apa pun bisa dilampaui.
“Pencapaian ini juga tidak terlepas dari Support Keluarga Besar saya dan tentunya Terima kasih yang sebesar besarnya kepada Kepala Madrasah Ibtidaiyah Al-Ikhwan Pekanbaru, Nurhadi SPd MPd yang selalu mendukung Penuh setiap perkembangan Kompetensi saya Sebagai Guru. Semoga Beliau sehat selalu,” kata Zulfan.(syi)
Pekanbaru Pos Riau