Sabtu , 18 April 2026

Petani Bagan Sinembah Unjuk Rasa di DLHK dan BPN Provinsi Riau

Lahan PIR dan Transmigrasi Masuk Kawasan Hutan

Ketua Apkasindo Rokan Hilir Tomy saat menyerahkan berkas kepada Kadis DLHK Riau. met

PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Puluhan Petani yang berasal dari kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir menggelar aksi unjuk rasa di kantor DLHK dan BPN Riau.Selasa.(21/3/2023).

Aksi unjuk rasa para petani tersebut dilakukan terkait perihal sertifikat yang dikeluarkan BPN tapi masih dalam zona kawasan hutan. Padahal wilayah tersebut adalah lahan Perkebunan Inti Rakyat ( PIR) dan Transmigrasi  yang diberikan oleh pemerintah yang dihuni masyarakat sejak 40 tahun silam.

“Mereka datang ke Kantor BPN dan DLHK Riau ini untuk menuntut pembebasan lahan yang notabene diklaim masuk kawasan hutan,” kata ketua Apkasindo Rokan Hilir Tomy Evo Sihombing kepada awak media Selasa. (21/3/2023).

Disampaikan ketua Asosiasi Petani Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Rokan Hilir, Tommy Evo Sihombing aksi unjuk rasa ke kantor DLHK dan BPN Riau itu dilakukan bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Riau.

“Adapun wilayah PIR dan Transmigrasi yang masuk zona kawasan hutan tersebut yakni wilayah KUD Panca Jaya ( Paket J), KUD Ikhlas (Paket I) dan kelompok tani DTT Bhayangkara Jaya ( Blok A),” terang Tomy Sihombing.

Dijelaskannya, areal lahan PIR dan Transmigrasi  khusus itu setidaknya ada 60 persen luas area lahan para petani yang masuk dalam kawasan hutan. Akibat hal ini petani terhambat untuk melaksanakan program Peremajaan Sawit Rakyat ( PSR) program pemerintah.

“Ada kurang lebih 50 orang petani bersama BEM yang diterima Kadis LHK Riau pada kesempatan tadi,” terang Tommy.

Pada kesempatan itu, lanjut Tommy, Kepala Dinas LHK Provinsi Riau mengatakan akan meneruskan apa yang menjadi kendala petani sawit tersebut.

Usai aksi di DLHK Riau, petani melanjutkan aksi di kantor wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau. Para petani mempertanyakan sertifikat yang dikeluarkan BPN tapi masih dalam kawasan hutan.

Para pengunjukrasa langsung diterima dan pihak BPN Provinsi Riau berjanji akan meneruskan permasalahan ini kepada yang berwenang.

“Alhamdulillah aksi unjuk rasa ini berakhir dengan damai, mudah- mudahan hal ini dapat segera diselesaikan, ” pungkasnya.(met)

 

Berita lengkapnya baca harian Posmetro Rohil edisi Kamis (23)3).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *