
BANDAR LAMPUNG (pekanbarupos.co)- Jarum jam menunjukkan pukul 19.10 WIB. Suasana di Lampung City Mall, Jumat (20/6/2025) malam itu berbeda dari biasanya. Ribuan pengunjung memadati berbagai sudut di sebuah mall terbesar di Kota Tapis Berseri ini.
Lalu lalang pengunjung membuat raut wajah para penjaga berbagai tenan pun sumringah melayani pelanggan yang kian meningkat meski semakin malam. Terlihat Bazar Fashion dan Kuliner Halal Festival Syariah (FESyar) Sumatera 2025 pun tak lepas dari kunjungan pengunjung. Talk show di panggung utama Lampung City Mall tak kalah dengan ratusan pengunjung yang memadati lokasi.
Salah satu desainer asal Kota Pekanbaru, Thiffa Qaisty sebagai UMKM binaan Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Riau, yakin ekonomi di Pulau Sumatera menunjukkan ketahanan yang baik di tengah ketidakpastian global dan isu mengenai perlambatan daya beli masyarakat.
“Contohnya melalui FESyar ini, bukan seperti dulu, dari 10 orang, mungkin hanya 5 memilih fashion muslim. Berbeda dengan sekarang ini, 9 dari 10 wanita sudah memilih Fashion Muslim karena trend dan pemahaman,” kata Thiffa.
Sementara itu, Eka satu diantara puluhan pelaku usaha kuliner yang ikut meramaikan Halal Food Vaganza dalam gelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2025 di Lampung City Mall mengaku mendapat cuan lebih dibanding hari biasa.
“Lumayan jualan di momen FESyar ini, jual beli satu hari sampai Rp3-4 juta. Kalau jualan hari biasa paling Rp1-1,5 juta,” ungkapnya dengan senyum sumringah.
Selain tahu gejrot, Eka juga menjajakan makanan tradisional lain, seperti lumpia, tempe mendoan dan jamur goreng. Sementara 31 gerai-gerai lain menjajakan kuliner lain yang tidak kalah mengiurkan lidah. Makanan tradisional hingga jajanan kekinian ada di lokasi ini. Pengunjung pun disediakan meja dan kursi yang nyaman untuk menikmati jajanan yang telah dibeli.
Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi Lampung, Achmad P Subarkah menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus berkomitmen untuk terus mengedukasi agar literasi dan inklusi ekonomi keuangan syariah dapat terus meningkat. Apalagi jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai hingga 200-an juta jiwa dan merupakan salah satu penduduk muslim terbesar di dunia.
“Targetnya literasi ekonomi keuangan syariah dari 43 pesen menjadi 50 persen hingga akhir 2025 ini. Dan kita akan terus dorong salah satunya adalah melalui FESyar 2025 Sumatera,” ucap Subarkah saat pembukaan Training of Trainer (TOT) Ekonomi dan Keuangan Syariah Content Creator dan Jurnalis Wilayah Sumatera di Swiss belHotel Bandar Lampung .
Sebagai informasi, kegiatan FESyar Regional Sumatera 2025 merupakan kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia. Mengusung tema ‘Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Regional’, tahun ini kegiatan dipusatkan di Kota Bandar Lampung, 21-25 Juni.
Banyak rangkaian kegiatannya, mulai dari Talk Show, Halal Mart, Kuliner Halal, Pariwisata Ramah Muslim, Showcasing Modest Fashion, Halal Beauty & Skincare, Ngopi Sambil Berwakaf, Training Of Training bagi Content Creator dan Jurnalis dan lain-lain.(yan)
Pekanbaru Pos Riau