Selasa , 2 Juni 2026
Oplus_131072

Innalillahi, Jamaah Haji Asal Kuantan Mudik, Kuansing Meninggal Dunia di Makkah

KUANSING (pekanbarupos.co)–Kabar duka datang dari jamaah haji Kabupaten Kuantan Singingi yang tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Batam di tanah suci.

Seorang jamaah haji asal Desa Seberang Pantai Kecamatan Kuantan Mudik meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah Almukarramah, Senin (1/6/2026) sekira pukul 23.45 WAS.

Jamaah haji yang meninggal dunia tersebut bernama Ratinis Abdul Gani (79) yang tergabung dalam Kloter BTH-08.

Kabar duka itu disampaikan Kepala Kementerian Haji dan Umrah H Armadis dalam media sosial Facebook Haji dan Umrah Kementerian Agama Kuansing, Selasa (2/6/2026).

“Setelah selesai menunaikan rukun dan wajib haji, jamaah haji asal Seberang Pantai Kecamatan Kuantan Mudik meninggal dunia di Makkah. Semoga almarhumah haji mabrur, syurga tempatnya. Amiin Ya Rabbal’alamiin,” kata H Armadis.

Menurut Armadis ketika dihubungi Pekanbarupos.co, almarhumah Ratinis berangkat menunaikan ibadah haji bersama anak perempuannya Helfi Mastuti.

Informasinya, lanjutnya, kondisi kesehatan Ratinis menurun sejak usai melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

“Informasi dari keluarga, almarhumah ada gejala jantung. Sewaktu disana (Mekkah,red) juga ditemukan gula agak tinggi,” katanya.

Meksi begitu katanya, pihaknya saat ini belum bisa tersambung dengan anak Ibu Ratinis yang juga tengah berada di Makkah dengan kloter yang sama.

“Informasinya jamaah haji Ratinis akan dimakamkan di Makkah,” katanya.

Sementara Petugas Haji Daerah (PHD) Bidang Kesehatan R Natalia Dedetuwitri dari tanah suci Makkah membenarkan jika jemaah haji Kuansing asal Kuantan Mudik Ratinis Abd Ghani telah wafat di RS King Abdul Aziz, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 23.45 WAS.

Selama di Makkah, kata Wiwit, kondisi Ratinis memang kurang sehat. Dia juga memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan sesak nafas.

Sebelum meninggal, Ratinis sempat dirawat di RS Jabal Rahmah selama tiga hari, karena kondisi kesadarannya menurun usai Wukuf. Lalu kembali dirawat di RS King Abdul Aziz Makkah selama lima hari.

“Dan akhirnya malam tadi Bu Ratinis meningal dunia,” ujarnya.(cil)

 

 

 

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *