BENGKALIS (pekanbarupos.co)— Suasana penuh berkah dan khidmat menyelimuti lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Selasa (1/9/2026), saat seluruh jajaran lembaga bersama 657 warga binaan dan santri memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW: Mengubah Ujian Menjadi Terang Hidayah, kegiatan ini menjadi momen spiritual memperteguh iman, menumbuhkan harapan, dan membangkitkan semangat perubahan diri bagi setiap warga binaan.
Acara berlangsung tertib dan lancar sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai, diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, diikuti sambutan langsung Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, yang menyampaikan pesan mendalam tentang makna kelahiran Baginda Nabi.
“Menurut Priyo Tri Laksono, Kita jadikan momen Maulid ini sebagai pelajaran hidup bahwa kesabaran, ketulusan, dan akhlak mulia mampu mengubah setiap cobaan dan keterbatasan menjadi jalan menuju cahaya hidayah.
Perubahan diri dimulai dari keimanan dan keteladanan kepada Nabi. Setiap ujian yang dihadapi bisa diubah menjadi langkah menuju kehidupan yang jauh lebih baik,” tegas Priyo di hadapan ratusan warga binaan dan seluruh petugas.
Suasana semakin menyentuh hati dengan penampilan sholawat yang dibawakan warga binaan santri, diiringi harapan tulus untuk senantiasa mengikuti jejak luhur Rasulullah SAW.
Selanjutnya, ceramah agama disampaikan Ustadz Filusman, LC., yang menguraikan kemuliaan akhlak Nabi, ajakan memperbaiki diri, serta memperkokoh harapan dan keyakinan di tengah keterbatasan tempat dan keadaan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang menyentuh kalbu.
Kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar berkat pengawasan ketat dan terpadu yang dilakukan Komandan Jaga, Kasubsi beserta staf Bimbingan Kemasyarakatan dan Kegiatan Warga Binaan, didukung sepenuhnya seluruh anggota jaga guna menjamin kelancaran dan ketertiban acara.
Priyo Tri Laksono menegaskan, pembinaan keagamaan merupakan pilar utama pembinaan karakter warga binaan. Ia memerintahkan Kepala Seksi Pembinaan Kemasyarakatan untuk senantiasa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan sesuai prosedur yang berlaku, sementara petugas pengamanan dan pembinaan wajib senantiasa menjamin kelancaran, kenyamanan, dan ketertiban setiap kegiatan yang melibatkan warga binaan.
“Melalui momen Maulid ini, kita tanamkan semangat baru berubah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan berakhlak mulia sebagaimana teladan Rasulullah SAW. Semoga setiap ibadah dan kebaikan menjadi bekal perjalanan hidup yang lebih terang ke depannya,” harap Priyo.
Kegiatan ini diharapkan mampu menguatkan jiwa warga binaan, membangkitkan semangat kebangkitan diri, serta menumbuhkan keyakinan bahwa dengan iman dan akhlak mulia, masa depan yang lebih baik senantiasa terbuka lebar bagi siapa saja yang sungguh-sungguh berusaha berubah ke arah yang lebih baik.(Mil)
Pekanbaru Pos Riau