
Kades Sanglap, Sahmadi (kaos biru lengan panjang) bersama rekan kades lainnya, Sembiring dan Yusri saat diwawancarai awak media di kediamannya.
INHU (pekanbarupos.co) — Akses jalan penghubung antar desa ( Jalan Pemda Indragiri Hulu) sepanjang 28 Km yang menghubungkan desa Batupapan – Sanglap Kecamatan Batang Cenaku Inhu) hingga kini kondisi masih tanah alias belum tersentuh peningkatan badan jalan Dinas PUPR Kabupaten Inhu.
Dari laporan beberapa Kepala desa (Kades), terkait akses jalan tersebut dari tahun ke tahun selalu dibahas dan bahkan dijadikan skala prioritas saat Musrenbang tingkat Kecamatan Batang Cenaku. Namun, tahun berganti tahun, Musrenbang ke Musrenbang skala prioritas yang satu ini tak pernah terealisasi.
“Bahkan, pada Musrenbang tahun 2022 silam, akses jalan yang statusnya jalan milik Pemda Inhu ini pernah diusulkan agar tahun 2023 ini dapat direalisasikan. Dan pada saat itu ada beberapa anggota DPRD Inhu berjanji akan mengawal terkait jalan yang dimaksud,” ucap Kades Sanglap, Sahmadi didampingi beberapa Kades diantaranya, Kades Sipang,Yusri dan Kades Petaling Jaya, Heriantoni Sembiring, Amk, Ahad (15/1/2023) kemarin.
Kala itu,kata Sahmadi, ada salah satu anggota DPRD Kabupaten Inhu dapil II dengan nada menggebu gebu akan memperjuangkan aspirasi masyarakat pada Musrenbang itu hingga titik darah penghabisan.
“Dia (anggota DPRD) menyebut bahwa jalan ini harga mati, akan diperjuangkan hingga titik darah penghabisan,” ujar Sahmadi.
Dengan demikian, dirinya menagih janji para wakil rakyat itu untuk membuktikan ucapannya kala itu. Dan kembali memperjuankan insfratruktur jalan Batupapan – Sanglap pada Musrenbang 2023 nantinya.
“Harapan kami sebagai kepala Desa mewakili masyarakat desa Sanglap berharap ucapan para wakil rakyat kemarin bukan hanya isapan jempol belaka,” kata Kades lagi.
Dijelaskan Sahmadi, jika saat ini di Desa yang ia pimpin terletak jauh dari jantung pusat pemerintah Kecamatan Batang Cenaku maupun Pemerintah Kabupaten Inhu. Medan penuh adonan lumpur selalu dihadapi jika memasuki musim penghujan tiba dan terkadang jika terjadi longsor ataupun jembatan (Kayu) putus sudah dapat dipastikan masyarakat terisolir dan putusnya urat nadi perekonomian masyarakat.
“Tolong bapak bapak ikut memikirkan nasib warga kami di desa Sanglap. Karena sebanyak 198 Kepala Kelurga (KK) menggantungkan hidup dengan berkebun dan bercocok tanam. Jika akses jalan terus seperti ini maka kapan perekonomian masyarakat akan meningkatkan,” pinta Sahmadi.(har)
Pekanbaru Pos Riau