Sabtu , 18 April 2026

Usulan Didominasi Pembangunan Infrastruktur, Musrenbang Benai Diguyur Hujan Lebat

Plt Bupati Suhardiman Amby saat membuka Musrenbang RKPD 2024 di Kecamatan Benai, Senin (20/2).

KUANSING (pekanbarupos.co) — Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD tahun 2024 Kecamatan di Kuansing diguyur hujan lebat, Senin (20/2) di halaman Kantor Camat Benai.

Sehingga acara pun sempat terkendala. Peserta Musrenbang yang berada di tenda pun harus duduk merapat agar tak terkena hujan lebat.

Bahkan, Plt Bupati Suhadiman Amby meminta undangan tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk masuk ke Kantor Camat.

Tak hanya itu, Kepala Bappeda H Samsir Alam meminta kepada peserta agar Musrembang bisa dilanjutkan ke Aula Kantor Camat, namun warga menolaknya dan minta tetap dilanjutkan.

“Ada permintaan dari Pak Plt Bupati agar Musrenbang digeser ke aula, gimana,” tanya Samsir kepada peserta Musrenbang.

“Dilanjutkan saja, karena sudah terlanjur biak (basah,red),” kata peserta Musrenbang

Hujan lebat mulai mengguyur kegiatan Musrenbang saat Camat Benai Hasrianto SSos hendak menyampaikan sambutan. Sehingga para peserta harus duduk merapat ke tengah tenda yang sudah disiapkan agar tidak kehujanan.

Alhasil, sambutan Camat Benai tak bisa didengar jelas oleh peserta Musrenbang akibat hujan turun cukup lebat, sehingga dirasa kurang optimal.

Hadir Plt Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Anggota DPRD Riau Marwan Yohanis dan pimpinan dan perwakilan masing-masing OPD, para kepala desa se-kecamatan Benai, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh perempuan, pemuda dan para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Plt Bupati meminta Kecamatan Benai menjadi Sentra pertanian dan holtikultura. Karena itu, berbagai usulan prioritas terkait pengembangan pertanian akan direspon baik melalui APBD Kabupaten, Provinsi hingga Pusat.

“Fokusnya Benai menjadi lumbung pangan Kuansing,” katanya.

Usulan Kecamatan Benai masih didominasi oleh pembangunan infrastruktur. Salah satunya Desa Tanjung Simandolak yang mengusulkan tiga prioritas utama pembangunan, yakni pembangunan jembatan gantung dan pengaspalan jalan sepanjang 3 Km.

“Selain itu, pembangunan jalan usaha tani sepanjang 3 Km. Hal Ini untuk menunjang Tanjung Simandolak sebagai daerah penangkar benih,” ucap Pj Kades Suwandi Putra.(cil)

Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Selasa (21/2).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *