Selasa , 19 Mei 2026

Ancaman Polusi Udara, AMP Gelar Aksi Mimbar Terbuka

 

Aksi AMP terkait ancaman polusi udara oleh perusahaan yang ada di Pangkalan Kerinci.

PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) — Bermunculan berbagai pabrik raksasa dipastikan akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Ancaman berbahaya ini pula menyulut Aliansi Masyarakat Pelalawan (AMP) menggelar aksi dan mimbar terbuka di sejumlah titik di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

“Aksi Jilid II masih dengan misi yang sama, soal ancaman polusi udara dan ancaman bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan khususnya warga ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci ini yang ditimbulkan dari limbah pabrik raksasa yang boleh dikatakan berdampingan hidup dengan ribuan masyarakat bang, yakni PT RAPP,”kata Raihan Afrinal Dumaira, salah Korlap aksi AMP kepada media ini, Kamis (2/3/2023).

Pada aksi Jilid II yang diagendakan pekan depan, aksi difokuskan di PT RAPP.”DPRD kan mewakili masyarakat dan PT RAPP, karena memang kami meyakini masalahnya bersumber dari sana, apalagi dengan adanya pabrik Rayon dan turunannya,”beber Raihan bersama sejumlah Korlap lainnya Agus Rianda, Suir Insan Arif, M. Dibertio Rahmadoni, Ogy Syaputra, Qodri dan Givo.

Sebelumnya, Rabu (1/3/2023) sore, Raihan mahasiswa Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) bersama puluhan rekan-rekannya menggelar aksi di dua lokasi berbeda. Di Kantor DPRD Pelalawan dan mimbar bebas depan SMPN I di Jalan Maharaja Indra (Jalan Lintas Timur, red).

Sayangnya, di kantor wakil rakyat tersebut aksi AMP ini tidak ditanggapi. Tak ada legislator yang menemui massa.
“Kita tidak ada diterima di DPRD bang,” ujarnya mengenang aksi sehari sebelumnya.
“Tidak ada anggota dewan yang hadir dalam aksi kami,”imbuhnya.

Karena tidak ada respon, AMP yang dibekali dengan atribut spanduk dengan berbagai isi diantaranya meminta Pemerintah RI menutup PT RAPP, Pangkalan Kerinci dalam bahaya zat kimia RAPP, jangan jadikan Pangkalan Kerinci Porsea (Medan,red) Jilid II hingga spanduk berisikan mosi tak percaya terhadap DPRD Pelalawan.

Dalam aksi damai yang digelar disela-sela hujan ringan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB hingga sore hari.
Secara garis besar ada beberapa poin tuntutan massa AMP, pertama meminta Pemerintah RI untuk mentutup pabrik PT RAPP dikarenakan berdampak buruk di Bumi Melayu.

Salah satunya karena adanya kebocoran gas beracun beberapa waktu yang menyebabkan keracunan belasan karyawan, meski itu dibantah pihak perusahaan.

“Berikutnya hujan asam semenjak berdiri perusahaan yang menyebabkan kerusakan pada atap rumah penduduk di Pangkalan Kerinci dan sekitarnya,”ungkapnya serta menambahkan terjadinya berbagai dampak sosial lainnya.

Meski sempat diwarnai dengan pembakaran ban bekas, namun aksi berjalan damai hingga berakhir. Puluhan personil Polres Pelalawan ikut mengawal aksi AMP hingga berjalan tertib.(amr)

Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Jumat (3/3).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *