Sabtu , 18 April 2026
Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito saat menjadi nara sumber di FGD Karlahut dan PETI di Aula Polres Kuansing.

FGD Soal Karlahut dan PETI, Bupati Akan Bentuk Tim Terpadu

KUANSING (pekanbarupos.co) — Pemerintah Kabupaten Kuansing akan bentuk Tim Satgas Karhutla dan Aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI).
“Tak hanya itu, kita juga bentuk tim komando dalam penyusunan langkah preventif,”  ungkap Bupati Kuantan Singingi Drs H Suhardiman Amby saat menjadi narasumber di Focus Group Discussion (FGD) di Aula Polres Kuansing, Rabu (13/9).
Sejauh ini, kata Bupati, Pemkab terutama melalui instansi BPBD, Damkar sudah dipersiapkan dalam upaya  mencegah karhutla di daerah yang rawan karhutla. “Agar maksimal kita akan bekerjasama dengan instansi terkait, terutama Polres serta jajaran, TNI dan stakeholder yang ada,” katanya.
Sementara persoalan PETI, kata Bupati, piahkanya akan bersama-sama dengan masyarakat terutama dalam pengalihan area PETI yang digarap. “Penambangan emas saat ini jadi mata pencarian utama di masyarakat. Jika hal itu dilarang, tentu akan menutup sumber ekonomi masyarakat,” katanya.
Berangkat dari hal itu, pihaknya dan seluruh stakeholder akan berjibaku dalam memikirkan perencanaan dalam membuat area penambangan yang legal. “Agar tidak terjadi persoalan seperti biasanya,” jelasnya. Menurutnya, masyarakat juga harus menyadari, jika tidak ada perubahan aktifitas PETI tersebut, tentu berdampak besar terhadap lingkungan terutama di Kuansing.
Sementara Kapolres Kuantan Singingi AKBP Pangucap Priyo Soegito mengatakan apa yang disampaikan Bupati merupakan bentuk nyata atas kepedulian pemerintah bersama elemen terkait untuk mencegah Karlahut.
Kegiatan ini dilaksanakan kata Kapolres, bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan potensi dampak kebakaran hutan dan lahan.  “Jika hal ini bisa terlaksanakan dengan baik, insyaallah bencana dan kerusakan lingkungan yang kerap timbul akibat karhutla ini dapat kita kendalikan,” katanya.
Sementara data Polres Kuansing daerah yang rawan Karlahut diantaranya, kecamatan Logas Tanah Darat, Kuantan Mudik, Pucuk Rantau, Kuantan Hilir Seberang, dan Singingi Hilir.
Turut hadir selaku narasumber Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deflides Gusni, yang didampingi sejumlah kepala OPD, Formopimda, LAN, LAM, serta beberapa tokoh masyarakat.(cil)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *