Rabu , 29 April 2026

Pimpin Apel Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025, Gubri Bacakan Pidato Kapolri

PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Gubernur Riau H. Abdul Wahid, M.Si. pimpin upacara Gelar Pasukan Operasi Lancang Kuning 2025 di Halaman Mapolda Riau, kamis 20 Maret 2025.

Turut hadir dalam gelar pasukan ini Damlnrem 031 WB, Danlanud, Danlanal, Kepala Basarnas, Kepala BNNP Provinsi Riau, Kepala BNPB Riau, dan Pejabat Polda dan unsur Muspida Provinsi Riau.

Dalam pidatonya Gubernur Riau H. Abdul Wahid membacakan pidato Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo mengatakan hari ini Kamis 20 Maret 2025 seluruh Polda se-Indonesia melaksanakan gelar pasukan operasi ketupat 2025.

“Ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kesiapan personil, sarana dan prasarana serta memperkuat sinergitas dan stake holder sehingga dalam pelaksanaan operasi ketupat 2025 dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 hijriah dapat berjalan aman, tertib dan lancar,” katanya.

Berdasarkan survei menhub RI potensi pergerakan masyarakat selama libur lebaran 2025 mencapai 52 persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau setara 146 juta orang.

“Jumlah ini diperkirakan akan dapat merubah sewaktu-waktu mengingat pengalaman kita pada pengamanan lebaran tahun sebelumnya,” katanya.

Jumlah realisasi pemudik jauh lebih besar dibandingkan angka survei. Selain itu terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik antara lain diskon tarif tiket dan tol kebijakan work from home anywhere hingga perpanjangan masa sekolah liburan libur sekolah.

Selanjutnya pemerintah juga memprediksikan bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 28 sampai 30 Maret 2025 dan puncak arus balik diprediksikan akan terjadi pada tanggal 5 sampai dengan 7 April 2025.

Terkait dengan hal tersebut Polri bersama TNI dan stakeholder terkait menggelar operasi terpusat dengan sandi ketupat 2025 dan mengangkat tagline ” Mudik aman keluarga nyaman ” yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 Maret sampai dengan 28 April 2025 untuk 8 Polda prioritas serta tanggal 26 Maret sampai 8 April 2025 untuk 28 Polda lainnya.

Ada sekitar 164.298 personil gabungan dan akan menempati 2835 pos yang terdiri dari 1738 pos pengamanan 788 pos pelayanan serta 309 pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.

“1.267.36 personil disiapkan untuk pengamanan Masjid, lokasi sholat Induk Fitri, Objek Wisata, Pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasion kereta Api dan Bandara,” katanya.

Untuk kelancaran arus lalu lintas diperlukan Rekayasa lalu lintas dari pembatasan operasional angkutan barang, penghentian pengerjaan Proyek kontruksi dan pengalih fungsi sementara penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan.

Dalam rangka mengurangi kepadatan arus telah disiapkan rekayasa lalu lintas berupa pemberlakuan ganjil genap kontrol flow dan one way system yang dilakukan berdasarkan analisa pantau CCTV traffic counting counting serta laporan petugas di lapangan secara riil time dan berkala.

Dalam rangka menjaga kelancaran jalur penyeberangan akan diterapkan laying system buffering zone dan skrining tiket sehingga pemberlakuan pola operasi kapal tiba bongkar berangkat.

Selain kelancaran arus lalu lintas dan jalur penyeberangan stabilitas harga dan kesediaan bahan pokok dan BBM BBM juga perlu mendapatkan perhatian oleh karena itu lakukan monitoring kesediaan pasokan dan fluktuasi harga pastikan distribusi terlaksana dengan lancar dan tepat waktu, serta tindak tegas pelaku penimbunan.

Responsif juga harus menjadi prioritas selama pengamanan mudik lebaran 2025 tampilkan sosok petugas yang humanis berikan edukasi dan himbauan kepada pengemudi untuk istirahat sejenak guna menghindari Microsoft.

Lakukan pengecekan kesehatan pengemudi kondisikan kondisi kendaraan persiapan rambu-rambu dan lampu penerangan serta siagakan personil pada titik-titik rawan kecelakaan.

Selanjutnya seluruh pelaksana tugas di lapangan tentunya harus disertai strategi komunikasi publik yang baik pastikan masyarakat dapat memahami informasi terkait layanan kepolisian pesan-pesan Kamtibmas dan penerapan merekayasa lalu lintas.

Optimalkan layanan 110 sebagai outline pelayanan dengan pengaduan dan pelaporan tanggap darurat baik terhadap gangguan Kamtibmas maupun kemacetan pada jalur mudik.(fiq)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *