Selasa , 26 Mei 2026

Tidak Hanya Venue Olahraga, Stadion Utama Riau Akan Disulap Jadi Kawasan Bisnis

PEKANBARU (pekanbarupos.co)- Tidak hanya menyediakan sarana olahraga atau jadi venue olahraga sepak bola, Stadion Utama Riau akan disulap jadi kawasan bisnis produktif.

Hal itu diungkapkan Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid saat mengunjungi stadion utama Riau bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw dan anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, Kamis, (19/6/2025).

Abdul Wahid mengatakan, jika stadion utama Riau tersebut selama ini boleh dikatakan tidak begitu produktif dan bahkan membebankan pada APBD Riau untuk perawatan maupun pemeliharaan. Hal itu terlihat sejak diresmikan dan digunakan dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII pada 2012 lalu.

Maka itu katanya, dikembangkan lagi menjadi tempat produktif, diantaranya menjadi lokasi atau kawan bisnis yang dampaknya juga bisa membantu masyarakat. Khususnya industri olahraga.

“Rencana ini cukup bagus dan merupakan langkah besar untuk menghidupkan kembali Stadion Utama dan menjadikannya sebagai pusat pertumbuhan baru di ibu kota Provinsi Riau,” katanya.

Untuk perencanaan ini tambahnya, Pemprov Riau meminta dukungan dari Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR yang saat ini bersama-sama mengunjungi lokasi stadion utama Riau.

“Kami ingin stadion ini tidak hanya menjadi venue olahraga, tapi juga kawasan bisnis yang hidup. Karena olahraga harus masuk dalam dunia industri agar bisa memberi nilai dan arti yang nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, lokasi stadion sangat strategis. Apalagi di kawasan sekitar kini tengah dibangun rumah sakit jantung dan otak, yang diyakini akan menjadi daya tarik baru.

“Tapi kita ingin Stadion Utama Riau ini fungsional terlebih dahulu, sambil jalan nanti baru dibikin skala bisnisnya,” terang Wahid.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai, stadion yang sudah lama terbengkalai itu memang perlu diberdayakan kembali agar tidak menjadi beban, melainkan aset bagi masyarakat.

“Kami datang untuk mendukung upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya ya bagaimana merubah stadion yang megah, namun terbengkalai ini agar dapat diberdayakan kembali,” katanya.

Ia sepakat bahwa pendekatan industri dan bisnis penting dalam pengelolaan infrastruktur olahraga. Sebab menurutnya, untuk memajukan dunia olahraga, memerlukan biaya yang besar.

“Kalau olahraga tidak masuk ke dunia bisnis, akan sulit berkembang karena butuh biaya besar. Dengan menjadikannya kawasan bisnis, masyarakat bisa berolahraga sekaligus berekreasi,” tutup Robert.(dre)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *