Jumat , 6 Maret 2026

Jelang Pacu Jalur Tradisional, MUI Minta Layanan Keumatan Tetap Berjalan

KUANSING (pekanbarupos.co)– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuantan Singingi memanggil Pemkab Kuansing dan Panitia Iven Pacu Jalur Tradisonal guna menyukseskan iven tahunan tersebut, Rabu (6/8)

Turut hadir Ketua MUI Kuansing Dr H Bahtiar Saleh, Sekum MUI H Suhelmon MA, pimpinan komisi-komisi MUI, Kabag Kesra Setdakab Kuansing H Tarsum, Ketua Panitia Pacu Jalur Tradisional Werry Ramadhana Putera.

Ketua MUI Kuansing Dr H Bakhtiar Saleh mengatakan MUI rutin setiap tahun membincangkan perhelatan Pacu Jalur dengan panitia dan Pemda. Tujuannya untuk mendukung dan menyukseskan Pacu Jalur yang belakangan ini viral di media sosial.

“Kita berharap Pacu Jalur tahun ini lebih sukses dari tahun sebelumnya, kalau bisa di atas ekspektasi,” ujar Bakhtiar.

Masih kata Bakhtiar, nanti outputnya adalah keluarnya surat imbauan dari MUI kepada panitia, Pemda, petugas pengamanan dan pengusaha agar bersama-sama menyukseskan Pacu Jalur.

“Sebelumnya kita sudah rapat dengan ormas keagamaan terkait seluruh aspek yang bernuansa agama agar dicarikan solusinya,” katanya.

“Intinya layanan keumatan tetap berjalan. Makanya kita berbagi kerja, baik dari panitia dan ormas keagamaan,” katanya.

Layanan keumatan itu kata Bakhtiar, seperti ketersedian tempat ibadah bagi pengunjung pacu jalur. Selain itu, simbol-simbol organisasi yang bisa menodai unsur keagamaan.

“Seperti simbol LGBT dan simbol-simbol lainnya yang menodai unsur keagamaan,” katanya.

Ditekankan Bakhtiar, pengunjung Pacu Jalur tahun ini diprediksi meningkat dua kali lipat, tentu tamu yang akan datang sangat beragam etnis dan budaya, maka hal ini perlu disikapi dengan baik.

“Kita menginginkan Kuansing jadi tuan rumah yang baik. Jangan sampai iven ini digunakan segelintir orang untuk berbuat maksiat, seperti judi, pencurian dan lain-lain,” ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia Pacu Jalur Tradisional Werry Ramadhana Putera mengatakan sejak viralnya Dikha, Pacu Jalur begitu terkenal di dunia. Alhasil, Pacu Jalur di Tepian Narosa berubah 180 derajat.

“Dari yang mau digelar minimalis karena minim anggaran, menjadi digelar meriah. Bahkan insya Allah akan dibuka pak Wapres,” katanya.

Masih kata Werry, perihal undangan Bupati kepada Wapres sejauh belum ada pembatalan. Sementara undangan kepada Presiden juga sudah layangkan melalui gubernur diserahkan kepada adiknya Hashim Djojohadikusumo saat berkunjung ke Riau

“Kehadiran RI 1 baru sebatas undangan. Namun kalau RI 2 diprediksi 70 persen hadir,” katanya.

Sementara untuk pembukaan Pacu Jalur katanya, digelar di Tepian Narosa atau tepatnya eks PT Ludin. Alasan dari Kemenpar setelah pembukaan, tamu undangan langsung bisa melihat Pacu Jalur.

“Selama ini para tamu jarang melihat pacu jalur. Mereka hanya menengok pawai jalur saja,” katanya.

Mengenai layanan keumatan lanjutnya, seperti tempat ibadah panitia sudah koordinasi dengan ormas keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Basnaz untuk menyediakan musala di sepanjang Tepian Narosa.

“Kita juga mewajibkan pemilik tribun agar menyediakan tempat salat,” katanya.

Terkait simbol-simbol yang bertentangan dengan unsur keagamaan di Pacu Jalur, Werry, akan berusaha agar simbol-simbol seperti LGBT tidak ada seperti di iven Pacu Jalur sebelumnya.

“Kami juga menolak sponsor yang berlawanan dengan adat dan agama kita. Seperti ada situs judi yang akan memberikan donasi Rp5 miliar, kami tolak,” katanya.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak agar iven tahunan Pacu Jalur Tradisional di Tepian Narosa berjalan lancar, aman dan meriah.

“Kita minta dukungan dan support agar iven Pacu Jalur tahun ini berjalan aman, lancar dan juga meriah,” harapnya. (Cil)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *