PANGKALANLESUNG (pekanbarupos.co)-Bagi sebagian keluarga di pelosok Kabupaten Pelalawan, memiliki satu orang anak yang bisa mengenyam pendidikan tinggi masih terasa sebagai mimpi besar.
Bukan karena mereka tak punya semangat belajar, melainkan karena biaya kuliah kerap menjadi tembok penghalang yang sulit ditembus.
Namun, di momentum Milad Kabupaten Pelalawan ke-26 tahun ini (12 Oktober) secercah harapan baru hadir. Institut Keislaman Tuah Negeri (IKTN) membuka program beasiswa penuh untuk kuliah di Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) hingga lulus.
Program ini bukan sekadar bantuan biaya, tapi langkah nyata kampus untuk mewujudkan cita-cita besar: “Satu keluarga, satu sarjana di Pelalawan.”
Rektor IKTN, Dr. Afiq Budiawan, M.Hi, menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan utama membangun sumber daya manusia.
“Kami ingin memastikan pendidikan tinggi dapat dijangkau semua lapisan masyarakat. Banyak anak-anak muda kita yang punya semangat belajar tinggi, tetapi terbentur biaya. Dengan beasiswa ini, kami ingin membuka jalan agar mereka bisa melangkah lebih jauh,” ujar Afiq.
Lewat skema beasiswa ini, mahasiswa KPI tidak lagi dibebani biaya pendaftaran, uang pembangunan, maupun sistem akademik. Bahkan biaya kuliah per bulan hanya Rp170.000 hingga lulus menjadikan IKTN sebagai salah satu kampus dengan biaya paling terjangkau di Pelalawan.
Membuka Jalan ke Dunia Kreatif dan Dakwah Digital. Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam IKTN dirancang selaras dengan kebutuhan zaman. Ketua Prodi KPI, Ujang Asmara, M.I.Kom, menjelaskan bahwa lulusan KPI tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang langsung bisa diterapkan di dunia kerja.
“Lulusan KPI bisa jadi jurnalis, filmmaker, fotografer, penyiar TV/radio, content creator, desainer grafis, hingga praktisi digital marketing. Dunia kerja sekarang membutuhkan anak muda yang kreatif, komunikatif, sekaligus punya dasar spiritual yang kuat,” jelasnya.
Dengan berkembangnya industri kreatif dan media digital, mahasiswa KPI IKTN dipersiapkan untuk terjun ke berbagai ruang aktualisasi—dari jurnalistik modern hingga dakwah berbasis teknologi.
Program beasiswa ini sengaja diluncurkan bertepatan dengan Milad Kabupaten Pelalawan ke-26. Sebuah momen refleksi bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang investasi pada generasi muda dan merupakan hadiah Milad yang Bermakna.
Bagi banyak keluarga, program ini menjadi cahaya baru. Anak-anak yang semula ragu melanjutkan pendidikan karena takut membebani orang tua, kini bisa bermimpi kembali. Seorang warga bahkan menyebut, “Ini kesempatan emas. Anak kami bisa jadi sarjana tanpa harus meninggalkan kampung, tanpa harus memikirkan biaya yang besar.”
Pendaftaran beasiswa ini dibuka hingga 30 Oktober 2025, baik langsung di kampus maupun melalui jalur online. Waktu yang singkat membuat masyarakat diimbau segera memanfaatkan peluang tersebut.
Membangun Generasi Pelalawan yang Berdaya
Lebih dari sekadar gelar akademik, IKTN berharap lahir lulusan KPI yang siap menjadi agen perubahan di masyarakat. Dengan kombinasi ilmu komunikasi, keterampilan digital, dan nilai-nilai Islami, mereka diharapkan mampu bersaing sekaligus membawa kebaikan di tengah derasnya arus media modern.
Satu keluarga satu sarjana bukan hanya slogan. Dari Pelalawan, lewat tangan-tangan muda yang belajar di kampus lokal, harapan itu perlahan diwujudkan.(amr)
Pekanbaru Pos Riau