Minggu , 15 Februari 2026
Oplus_131072

Pemda Gelar Malam Amal dan Doa Bersama untuk Bencana Sumatera

PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-Di tengah malam yang kian padat dengan kesibukan kota kecil Pangkalan Kerinci, sebuah ruang sunyi sedang disiapkan bagi kepedulian.

Mesjid Raya Al-Muttaqin tempat masyarakat biasa merayakan hari, beristirahat dari hiruk pikuk, dan pulang kepada ketenangan akan kembali menjadi saksi bagaimana Pelalawan selalu hadir ketika saudara di luar sana sedang diuji.

Kamis malam, (11/12/2025 selepas Isya, pemerintah dan masyarakat akan berkumpul dalam satu majelis. Malam Amal dan Doa Bersama untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Bencana yang datang beruntun di Sumatera telah merenggut bukan hanya rumah dan harta, tapi juga harapan banyak keluarga. Di saat seperti itu, tangan yang terulur dan doa yang dipanjatkan terasa lebih hangat dari apa pun.

Rabu (10/12/2025) Kepala Dinas Kominfo Pelalawan, Faisal SSTP, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah arahan langsung dari Bupati Pelalawan. Bukan sekadar agenda seremonial, tetapi gerakan yang ingin menyatukan hati masyarakat.
“Sesuai arahan Pak Bupati, acara akan diselenggarakan Kamis malam Jumat ba’da Isya,” ujarnya.

Masyarakat yang hadir nantinya akan memulai malam dengan shalat Isya berjemaah, lalu dilanjutkan shalat gaib untuk para korban yang telah mendahului.

Lalu kata Faisal, selepas itu, Bupati akan memberikan sambutan yang menjadi tanda bahwa Pelalawan tidak berpaling dari kesedihan saudara-saudaranya. “Malam kemudian diteruskan dengan penggalangan dana, dan ditutup dengan rangkaian Yasin, tahtim, tahlil, dan doa sebuah ikhtiar batin untuk menyampaikan simpati dan memohon ketabahan bagi mereka yang sedang tertimpa musibah,” ungkapnya.

Faisal menegaskan, kegiatan ini lahir dari kepedulian bersama.
“Tentu sebagai bentuk rasa kepedulian pemerintah dan masyarakat Pelalawan atas bencana yang dialami saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat meringankan beban mereka,” tutupnya.

Dalam waktu beberapa jam pada malam itu, Pelalawan ingin menunjukkan bahwa empati tidak pernah mengenal batas wilayah. Bahwa meski jarak memisahkan, doa tetap mampu melintasi sekat, dan kepedulian mampu menjembatani luka.

Ketika hati berkumpul, bantuan menjadi lebih ringan, dan duka menjadi lebih tertanggungkan. Mesjid Raya Al-Muttaqin akan menjadi rumah bagi harapan itu tempat Pelalawan mengirimkan pelukan terbaiknya untuk Sumatera yang sedang berduka.(amr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *