Rabu , 27 Mei 2026
Kukerta Unri di Desa Tanjung Simandolak mengadakan Sosialisasi Kegiatan Penunjang Pertanian di Desa Tanjung Simandolak, Kecamatan Benai, Kamis (10/8).

Kukerta Unri Desa Tanjung Simandolak Membuat Pupuk Organik Cair dan Kompos

KUANSING (pekanbarupos.co) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Desa Tanjung Simandolak dari Universitas Riau (Unri) mengadakan Sosialisasi Kegiatan Penunjang Pertanian di Lapangan Futsal Desa Tanjung Simandolak, Kecamatan Benai, Kamis (10/8).

Ketua Kelompok Kukerta Unri di Desa Tanjung Simandolak Syahputra mengatakan kegiatan ini berisi mengenai tata cara atau tahapan dalam bercocok tanam dengan teknik hidroponik serta membuat pupuk organik cair (POC) dan pupuk kompos.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan masyarakat teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah,” katanya.

Selain itu lanjut Syahputra, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan limbah kotoran ternak melalui pembuatan pupuk organik cair (POC) dan kompos.

Kegiatan tersebut diadakan oleh 10 mahasiswa Kukerta Unri 2023 di Desa Tanjung Simandolak. Diantaranya Syahputra, Divo Afrianto, Enggar Akbar, Muhammad Sorim Arkan, Retno Tri Pratiwi, Septia Nursa, Mika Handayani, Ayu Lestari, Amirah Mardiyah, Eka Wahyu Ningsih.

Dalam sosialisasi tersebut, kata Syahputra, mahasiswa Kukerta Unri 2023 menjelaskan konsep budidaya tanaman dengan hidroponik serta konsep pembuatan pupuk organik cair (POC) dan kompos dari kotoran sapi. “Sebagai salah satu solusi untuk mengatasi dampak negatif pencemaran lingkungan,” katanya.

Salah satu mahasiswa Kukerta Unri Muhammad Sorim Arkan memberikan penjelasan mengenai tahapan budidaya tanaman dengan hidroponik, manfaat hidroponik, serta alat dan bahan yang digunakan dalam pelaksanannya.

Ia juga menyampaikan bahwa teknik budidaya ini digunakan agar dapat memaksimalkan lahan yang dimiliki oleh masyarakat untuk bercocok tanam. “Teknik ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengisi pekarangan rumah dengan sayuran dan memiliki harapan hasil yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.

Selain memberikan penjelasan teori, katanya, mahasiswa Kukerta Unri juga mempraktikkan secara langsung cara pembuatan hidroponik, pupuk kompo dan POC dalam acara tersebut. “Masyarakat sangat antusias dan semangat mengikuti sosialisasi. Bahkan akan mencoba membuat Hidroponik, POC, dan kompos sendiri,” ungkapnya.

Acara sosialisasi yang dihadiri masyarakat ini diharapkan dapat memahami konsep budidaya tanaman tanpa media tanah serta pentingnya pengomposan limbah kotoran sapi untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. “Kita berharap dengan kegiatan ini dapat menunjang kegiatan pertanian di Desa Tanjung Simandolak,” katanya.(cil)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *