Sebanyak 193 Jalur Meriahkan FPJT
KUANSING (pekanbarupos.co) — Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJT) di Kabupaten Kuantan Singingi resmi dibuka, Rabu (23/8). Lebih dari 12.000 pedayung yang tergabung dalam 193 jalur, akan beradu kekuatan mendayung perahu untuk menjadi yang tercepat.
Babak penyisihan yang dimulai pada 23 Agustus hingga berakhir 26 Agustus 2023 di Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kuansing.
Gubernur Provinsi Riau Drs Syamsuar yang diwakili Sekdaprov Riau Ir SF Hariyanto saat membuka secara resmi FPJT mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat diminati masyarakat.
Sebab katanya, Festival Pacu Jalur tradisional kebanggaan masyarakat Kuansing dan masyarakat Riau ini memang kental dengan kearifan lokal. “Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik lokal, nasional maupun mancanegara,” kata SF Hariyanto.
Ia mengatakan, pemerintah kabupaten maupun provinsi akan terus melakukan berbagai langkah promosi guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada masa mendatang. “Kami bersama Kementerian Pariwisata memberikan dukungan penuh agar event pacu jalur ini semakin dikenal dunia,” katanya.
Lomba Pacu Jalur tahun ini begitu fenomenal, di mana sebanyak 193 jalur sudah dipastikan akan melewati perjuangan babak penyisihan hari pertama yang dimulai 23 hingga 26 Agustus 2017.
Sebanyak 193 jalur akan diisi pendayung sekitar 50-60 setiap perahu, jadi akan terdapat total sekitar 12.000 pedayung siap memperebutkan Piala Bergilir Menteri Pariwisata RI.
Selain itu Pemerintah Provinsi Riau diwakili Sekdaprov Riau SF Hariyanto juga menyerahkan bantuan sebesar Rp250 juta untuk menyukseskan Festival Pacu Jalur Tradisional.
Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melalui Dirjen Musik, Film dan Animasi Muhammad Amin mengucapkan selamat atas masukannya Festival Pacu Jalur Tradisional di Kharisma Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata.
“Hal ini membuktikan semua komponen berkomitmen untuk meningkatkan kualitas Iven Pacu Jalur Tradisional,” katanya. Masih kata M Amin, dari sebanyak 291 Iven yang mendaftar di seluruh Indonesia, Festival Pacu Jalur Tradisional dari Kuansing menjadi salah satu dari 110 event kharisma Nusantara. “Maka event Pacu Jalur Tradisional ini menjadi event terbaik di Indonesia,” katanya.
Amin mengatakan FPJT merupakan pesta rakyat yang sudah turun temurun yang berdampak sosial sangat tinggi. Memberikan efek ekonomi, seperti tingkat hunian penuh, usaha kecil dan menengah tumbuh serta perputaran uang cukup besar.
“Festival Pacu Jalur ini contoh yang baik sekali. Event dari budaya lokal yang bisa berkolaborasi dan adaptasi dengan perkembangan zaman sekarang ini,” katanya.
Sementara Bupati Kuansing Suhardiman Amby mengatakan festival pacu Jalur tradisional merupakan budaya turun menurun masyarakat Kuansing. “Yang kita kejar bukan hanya juara, tapi semangat kekeluargaan dan kekerabatan antara sesama,” katanya.
FPJT 2023 kata Bupati, masuk dalam salah satu Kharisma Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata. Tingginya nilai budaya dan filosofi dalam event ini, ia berharap pusat dan Riau, dunia usaha dan elemen masyarakat berkomitmen dalam Pacu Jalur.
“Tahun ini pengunjung bisa menikmati pacu jalur setiap bulan sesuai kalender pariwisata. Harapannya, kuliner bisa laku, hotel penuh dan UMKM bisa tumbuh,” katanya.
Festival Pacu Jalur katanya, selain menumbuhkan ekonomi masyarakat, namun juga menimbulkan dampak negatif, yakni sampah berserakan di mana-mana. “Mengurangi sampah yang dtimbulkan 1,4 juta orang selama lima hari. Tahun ini Pacu Jalur minim sampah. Kita sebar 420 tong sampah. Kita minta pengunjung membuang sampah pada tempatnya,” harapnya.(cil)
Pekanbaru Pos Riau