Sabtu , 18 April 2026
Ratusan batang sawit milik warga Desa Sotol Kecamatan Langgam dimakan gajah.ist

Gajah Rusak Ratusan Sawit Petani Warga Langgam

LANGGAM (pekanbarupos.co) — Konflik gajah dengan manusia di Kabupaten Pelalawan masih terjadi. Jika, beberapa bulan lalu gajah merusak kebun sawit warga Pangkalan Kerinci, kini kebun warga Langgam jadi sasarannya.

“Sampai saat ini lebih kurang 300 batang sawit warga habis dimakan gajah,”kata Ardi Zukri, Selasa (26/3/2004) sambil merinci pemilik kebun yang menjadi sasaran si belalai panjang di Desa Sotol Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan yakni
Pemilik kebun Suherdi, Purba, Hasan, Agus dan Juliana.

“Sementara itu nama pemilik kebun sawit yang baru terdata,” imbuh Ardi Zukri. Menurutnya, warga yang berharap ketenangan dan kenyamanan beribadah di bulan suci Ramadhan ini justru menjadi terganggu sampai meninggalkan qiyamul lail

“Warga berjaga-jaga sampai jam 05.00 WIB, jadi tarawih pun tak sempat,”ungkapnya sedih, karena selain tidak bisa bersama warga sholat tarawih berjamaah juga banyaknya pohon sawit yang sudah mulai berbuah pasir pucuknya dicabut dan dimakan hewan yang dilindungi tersebut.

“Warga menghalau gajah baru pakai mercon,”ujar Ardi menyebut usaha untuk mengusir gajah hanya dengan membunyikan mercon. Ardi Zukri menyebutkan, gajah yang sudah berkeliaran sekitar dua pekan ini berjumlah 3 ekor.
“Awal masuk dari aksia RAPP di Sektor Langgam. Namun muasal gajah itu kami tidak tahu,”bebernya sembari menjelaskan kawanan gajah ini mulai mengusik kebun sawit warga sejak PT RAPP menggantikan tanaman akasia diganti ekaliptus.

“Ajab kami setelah tanaman akasia diganti dengan ekaliptus. Karena, dulu akasia lama itu masih bisa dimakan gajah kalau ekaliptus tak mau gajah memakannya. Jadi, yang jadi sasaran kebun produktif warga,”kata Ardi.

Memang diakui Ardi Zukri pihaknya belum melaporkan konflik gajah itu ke pihak terkait. “Kalau dilaporkan lama respon dan kalau datang minta masyarakat menyediakan uang minyak. Padahal warga sudah rugi ratusan juta rupiah,”pungkasnya.(amr)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *