Minggu , 17 Mei 2026
Foto Ppco : Camat Kuba, Hasan Usman SPd.MM didampingi Pj Datin Penghulu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Babinsa saat melakukan monitoring lima titik kegiatan pembangunan di Kepenghuluan Sungai Majo yang bersumber dari dana desa.

Camat Kuba dan 3 Pilar Monitoring Pembangunan Dana Desa Sungai Majo

KUBA (pekanbarupos.co) – Guna memastikan pembangunan berjalan maksimal dan sesuai dengan mekanisme yang ada.

Camat Kubu Babussalam, Hasan Usman SPd.MM melakukan monitoring kegiatan pembangunan bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 di Kepenghuluan Sungai Majo, Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba), Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Senin (3/2/2025).

Monitoring turut di hadiri 3 Pilar yakni Babinsa Sungai Majo, Peltu Muhamedi, Bhabinkamtibmas Sungai Majo, Aipda Erik Nasution, Pj Datin Penghulu Sungai Majo, Nuraini AMK, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan sejumlah prangkat.

Dalam monitoring ini, tim melakukan peninjauan 5 titik kegiatan pembangunan bersumber dari dana desa. Kelima pembangunan itu diantaranya pembangunan Jalan Semenisasi Simpang 4 berukuran 2,2 Meter x 40 Meter dengan Anggaran Rp 58.365.900.

Pembangunan dua titik gorong-gorong dengan anggaran Rp 13. 947.700, pembangunan jembatan berukuran 3,2 x 11 Meter di Jalan Usaha Tani dengan Anggaran Rp 71.507.900 dan pembangunan Box Culvert di Jalan Usaha Tani berukuran 1,2 x 3 Meter dengan Anggaran Rp 30.000.000.

Camat Kubu Babussalam, Hasan Usman SPd.MM mengatakan, pihaknya melakukan monitoring dari kecamatan sebagai bentuk tanggung jawab agar memastikan semua kegiatan yang bersumber dari Dana Desa bisa terlaksanakan dengan baik.

“Alhamdulillah, lima titik kegiatan yang kita lakukan peninjauan sudah siap semua,” kata Camat di lapangan saat melakukan monitoring.

Lanjut Camat, pembangunan yang dilaksankan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, sehingga Kepenghuluan Sungai Majo dapat semangkin berkembang dari aspek pembangunan yang bersumber dana desa.

“Tentunya kehadiran dana desa ini, sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat, karena pemerintah Kepenghuluan bisa melakukan pembangunan secara mandiri yang betul-betul ber-azas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Pj Datin Penghulu Sungai Majo, Nuraini AMK mengatakan, semau pembangunan dilaksanakan berdasarkan musyawarah bersama masyarakat dan lembaga di Kepenghuluan dan dihadiri lembaga mitra Kepenghuluan.

“Semua pembangunan yang kita realisasikan berdasarkan azas musyawarah bersama semua komponen masyarakat,” pungkasnya. (Zul)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *