Rabu , 11 Februari 2026

Keberatan, Abdul Wahid Janji Sampaikan Aspirasi Masyarakat Pelalawan ke Pusat

PEKANBARU (pekanbarupos.co)— Gubernur Riau, Abdul Wahid janji sampaikan aspirasi ribuan warga dari enam desa dari Kabupaten Pelalawan ke pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan Abdul Wahid, disela-sela menemui aksi unjuk rasa di kantor gubernur Riau. Rabu (18/6/2025). Dikatakannya, aspirasi masyarakat yang menyampaikan keberatan terhadap kebijakan penertiban kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) tersebut juga menjadi tugas sebagai pimpinan daerah di Riau.

“Mereka menyampaikan aspirasi soal permasalahan yang ada di TNTN. Tentu aspirasi ini kita bantu komunikasikan agar tidak ada yang dianaktirikan atau dianakkandungkan,” katanya.

Wahid menegaskan bahwa pemerintah harus menjalankan kebijakan negara dengan tetap menghargai sisi kemanusiaan.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang merasa ditekan, sementara pihak lain diistimewakan.

“Kebijakan negara harus sama-sama kita hargai, masyarakat sama-sama kita manusiakan. Sehingga tidak ada satu pihak yang diinjak dan satu pihak ditarik seperti belah bambu,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya mencari solusi konkret dan manusiawi dalam penanganan persoalan TNTN. Ia menyinggung isu relokasi yang menjadi kekhawatiran warga, terutama terkait keberlanjutan pendidikan anak-anak dan mata pencaharian masyarakat.

“Kalau relokasi, di mana tempatnya? Bagaimana anak-anak yang sudah sekolah agar tidak putus sekolah? Bagaimana mata pencaharian mereka tetap ada? Itu yang harus kita beri pengertian bersama,” tegas Wahid.

Soal keamanan, Gubernur memastikan situasi tetap kondusif dan aman. Ia menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun dari pemerintah pusat maupun aparat keamanan untuk menyengsarakan rakyat.

“Ini negara, tidak mungkin negara mau menyengsarakan rakyatnya. Saya yakin, tidak ada sedikit pun niat dari Bapak Presiden maupun Kapolri untuk menyakiti rakyat. Satgas juga seperti itu. Tapi karena ini kebijakan negara, tentu perlu kita diskusikan bersama seluruh stakeholder, termasuk masyarakat terdampak,” kata Wahid.

Terkait pohon sawit yang telah ditanam warga di kawasan TNTN, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan pemetaan dan negosiasi sesuai dengan roadmap yang ada.

“Hasilnya, TNTN tetap harus diselamatkan karena ini bagian dari pelestarian lingkungan. Kita ingin menjaga keseimbangan antara lingkungan dan manusia. Kita sudah menentukan zona mana yang bisa ditanami, dan mana yang menjadi kawasan konservasi. Insyaallah semua jadi happy,” ujarnya.

Setelah mendengar langsung komitmen dan penjelasan dari Gubernur Riau, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Mereka meninggalkan lokasi aksi dengan harapan agar pemerintah benar-benar menindaklanjuti janji-janji yang telah disampaikan dan menyelesaikan persoalan TNTN secara adil dan bermartabat.(dre)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *