Selasa , 7 Juli 2026
Oplus_131072

LLMB Riau Dukung Penuh Green Policing Polda Riau dan Desak Pengawasan Ketat Solar Non Subsidi

PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Riau menyatakan sikap tegas mendukung penuh program Green Policing Polda Riau.

Program yang digagas Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan ini dinilai sebagai langkah konkret menyelamatkan lingkungan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dukungan itu disampaikan dua pimpinan LLMB, Panglima Pucuk LLMB Riau, Kepri dan Sumut, Datuk Besar Ismail Amir SH MH dan Kepala Departemen Bidang Usaha (Kadep Bidus), Datuk Romi.

Berangkat dari keluhan masyarakat yang disampaikan kepada LLMB Riau, menyoroti maraknya aktivitas galian C di Tapung, tepatnya Jalan Garuda Sakti, Desa Karya Indah.

Datuk Besar Ismail Amir menyebut dampaknya nihil bagi masyarakat dan negara, dan ini menjadi perhatian serius bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat.

“Jadi dampak dari galian dirasakan langsung oleh masyarakat, dan dipastikan tidak membantu PAD secara maksimal, yang ada kerusakan jalan, keuntungan dinikmati oleh orang tertentu. Intinya risiko kerusakan sama masyarakat kita,” tegas Datuk Besar Ismail Amir, Selasa (7/7/2026).

Hal senada disampaikan Datuk Romi. “Kita melihat banyaknya galian-galian C. Kita juga tidak mau masyarakat hanya ”makan” debunya saja,” ujarnya.

Oleh karena itu, LLMB minta Polda Riau menindak tegas kegiatan galian ilegal. Dan Untuk galian berizin, LLMB mendesak Bapenda Kampar dan Riau mengawasi volumenya.

“Kalau memang tidak punya izin itu harusnya ambil tindakan dan ditutup. Kalau yang punya izin, kita minta Bapenda bersikap tegas. Volume tanah yang dikeluarkan harus sesuai dengan retribusi yang disetor ke pemerintah,” tegas Datuk Romi.

Berdasarkan hitungan LLMB, 1 hektare galian sedalam 6 meter menghasilkan 40 ribu kubik tanah padat. Dengan retribusi Rp6.250 per kubik, potensi PAD mencapai Rp240 juta per hektare.

“Kita tidak mau ini jadi ajang kepentingan dan keuntungan sendiri. Kita minta pemerintah jangan tutup mata. Supaya PAD bertambah dari usaha ini,” katanya.

LLMB juga sejalan dengan Gubernur Riau terkait kondisi Jalan Garuda Sakti yang rusak parah. “Jalan rusak yang memperbaiki kita, sementara PAD ada tapi tidak dimaksimalkan. Kalau pemerintah tidak serius, LLMB akan gelar aksi mengawal dan mendesak supaya ambil sikap,” pungkas Datuk Romi.

Di sisi lain, LLMB Riau mendukung penuh visi Green Policing atau “Riau Hijau” yang diusung Kapolda Riau.

“Kita sangat mendukung apa yang menjadi program Kepolisian Daerah Riau, yang digagas oleh Kapolda Riau Herry Heryawan. Kita sangat mendukung program ini,” tegas Datuk Romi.

“Apalagi Kapolda sekarang, Green Policing artinya Riau Hijau. Kita dukung dan support visi-misi Kapolda ini supaya Riau ini tidak ditinggalkan dengan tanah yang tukak-tukak, lubang besar dan tidak menghasilkan PAD secara maksimal buat daerah,” tambah Datuk Besar Ismail Amir.

Poin lain yang disorot adalah dugaan penyalahgunaan BBM solar. Datuk Romi juga meminta aparat menelusuri penggunaan solar pada alat berat dan dam truk di lokasi galian.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Galian C itu pakai alat berat, punya dam truk. Semuanya harus menggunakan solar industri. Harus diperiksa. Tunjukkan invoice-nya, benar tidak mereka pakai solar industri,” ujarnya.

Ia menduga ada penyalahgunaan solar non subsidi yang seharusnya untuk masyarakat.
“Jangan-jangan mereka ini pakai solar non-subsidi. Buktinya di Pekanbaru semua SPBU mengantri, solar cepat habis. Kemana ini? Kita duga larinya ke proyek-proyek seperti ini,” tegas Datuk Romi.

“Jadi ini harus berkeadilan. Masyarakat susah dapat solar,” paparnya.

LLMB Riau menutup dengan peringatan keras. Green Policing harus jadi garis merah.

“Kami harapkan supaya pengusaha-pengusaha yang ada di sana itu melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perintah undang-undang dan aturan yang ada. Supaya juga Riau dalam hal ini, Kabupaten Kampar bisa juga dapat untuk meningkatkan PAD-nya. Tidak ada ruang bagi perusak lingkungan yang abai terhadap PAD dan penderitaan rakyat,” pungkas Datuk Besar Ismail Amir.(yan)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *